LABUHANBATU – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Labuhanbatu kembali memakan korban materiil. Sebuah rumah warga di kawasan Simpang PTP, Desa Kampung Dalam, Kecamatan Bilah Hulu, dilaporkan luluh lantak hingga nyaris rata dengan tanah setelah dihantam angin kencang pada Kamis sore (26/02/2026).
Kejadian yang berlangsung singkat namun destruktif ini meninggalkan duka mendalam bagi pemilik rumah yang kini kehilangan tempat tinggal dalam sekejap.
Kronologi: Sore Mencekam di Simpang PTP
Peristiwa bermula sekira pukul 16.50 WIB saat langit Bilah Hulu berubah pekat disusul hujan deras. Namun, yang paling mematikan adalah kemunculan embusan angin dengan daya rusak tinggi. Hanya dalam hitungan detik, struktur bangunan yang didominasi bata dan atap seng tersebut tak kuasa menahan beban angin hingga roboh total.
“Kejadiannya sangat cepat. Angin kencang langsung menghantam bagian atap hingga seluruh struktur bangunan roboh seketika,” ujar salah satu warga yang berada di lokasi saat membantu proses evakuasi.
Dampak: Rumah Tak Lagi Bisa Ditempati
Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam musibah ini. Namun, secara fisik, bangunan utama sudah hancur total dan tidak mungkin lagi dapat ditempati kembali. Warga sekitar secara spontan bergotong-royong membantu pemilik rumah mengais sisa-sisa material di tengah puing-puing bangunan. Kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Hantaman Jurnalisme Nurani: Menagih Kehadiran BPBD
Pimpinan Umum Nusantara News Today, Fernando Albert Damanik, menegaskan bahwa dalam situasi bencana seperti ini, kecepatan pemerintah daerah adalah kunci.
“Bencana tidak bisa kita tebak, tapi respons pemerintah harus bisa dipastikan. Kami mendesak BPBD Labuhanbatu dan Dinas Sosial segera turun ke lokasi di Desa Kampung Dalam. Rakyat yang kehilangan tempat tinggal butuh bantuan darurat, tenda pengungsian, dan logistik segera. Jangan biarkan mereka kedinginan di atas puing rumahnya sendiri!” tegas Fernando.
Edukasi: Waspada Siklon di Akhir Februari
Secara edukatif, fenomena angin kencang di penghujung Februari ini merupakan siklus cuaca yang perlu diwaspadai. Masyarakat diimbau untuk:
Memperkuat Struktur Atap: Mengingat atap seng paling rentan diterbangkan angin.
Mitigasi Pohon Besar: Memangkas dahan pohon yang berada di dekat pemukiman.
Evakuasi Mandiri: Segera keluar dari bangunan jika struktur mulai terlihat tidak stabil saat angin kencang melanda.
Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat Desa Kampung Dalam masih menanti kehadiran pihak berwenang untuk melakukan pendataan formal dan penyaluran bantuan masa panik.
Editor: Fernando Albert Damanik 🖋️
Laporan: Ali Syahbana


















Komentar