Presiden Prabowo Instruksikan Sumur Bor Dalam Rp150 Juta Sebagai Solusi Permanen

Jakarta4595 Dilihat

JAKARTA – Mengawali tahun 2026, Presiden Prabowo Subianto memimpin Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) untuk memastikan pemulihan pasca-bencana di Aceh Tamiang berjalan efektif dengan fokus utama pada ketahanan air bersih. Presiden secara tegas menginstruksikan transisi dari penggunaan mobil tangki yang boros BBM ke pembangunan Sumur Bor Dalam yang lebih permanen bagi rakyat.

🛡️ Kolaborasi TNI AD dan BNPB di Lapangan

Dalam rapat yang digelar Kamis (1/1/2026) tersebut, jajaran Kabinet Merah Putih melaporkan progres nyata di lapangan:

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti
  • Target Pusterad: KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melaporkan bahwa TNI AD melalui Pusterad telah membangun 129 titik sumur bor secara simultan bersama perbaikan fasilitas umum lainnya.

  • Standar Air Minum: Kepala BNPB, Suharyanto, menjelaskan bahwa Pusterad melakukan pengeboran sumur dalam hingga kedalaman 100–200 meter. Hal ini berbeda dengan sumur dangkal (20–40 meter) karena standar sumur dalam ditujukan agar layak konsumsi (air minum).


💰 Efisiensi Anggaran: Rp150 Juta per Titik

Presiden Prabowo menyoroti biaya operasional proyek ini yang dinilai sangat rasional untuk dampak jangka panjang bagi masyarakat:

  • Nilai Proyek: Satu titik sumur bor dalam dengan instalasi lengkap memakan biaya sekitar Rp100 juta hingga Rp150 juta.

  • Solusi Hemat: Presiden menganggap biaya tersebut “relatif murah” dibandingkan biaya BBM mobil tangki yang harus dikeluarkan terus-menerus.


⚙️ Tantangan Teknis dan Komitmen Kabinet

Meski KSAD Maruli mengingatkan adanya tantangan teknis seperti lapisan tanah keras yang dapat memakan waktu pengerjaan lebih dari dua minggu, Presiden tetap menginstruksikan percepatan proyek agar desa-desa di Tamiang memiliki akses air mandiri.

Rapat strategis ini turut dihadiri oleh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Mendagri Tito Karnavian, hingga jajaran CEO Danantara, yang menegaskan integrasi penuh pemerintah dalam menangani krisis infrastruktur dan kesejahteraan sosial di Aceh.


By redaksi 🖋️

Komentar