Presiden Instruksikan Evaluasi Radikal Kabinet dan Kejar Target Swasembada Pangan

Jakarta4581 Dilihat

JAKARTA – 7 JANUARI 2026 Nusantaranews-Today.com

Mengawali kalender kerja tahun baru, Presiden memimpin Taklimat Awal Tahun yang dihadiri oleh seluruh jajaran Kabinet Merah Putih. Pertemuan strategis ini digelar sebagai momentum evaluasi radikal terhadap kinerja pemerintah selama setahun terakhir sekaligus penajaman target strategis nasional.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Dalam arahannya, Presiden memberikan pesan kuat bahwa setiap kebijakan pemerintah wajib bertumpu pada satu indikator utama: jawaban nyata atas kebutuhan rakyat.


🌾 Strategi Transformasi & Kemandirian Pangan

Presiden memberikan garis tegas bahwa pemerintah harus memiliki strategi transformasi yang terukur. Fokus utama tahun ini adalah memperkokoh stabilitas nasional melalui kemandirian sumber daya.

“Saya menekankan capaian dan target besar yang harus kita jaga konsistensinya. Salah satunya adalah upaya swasembada pangan yang terus kita dorong agar benar-benar menjadi kekuatan nasional,” tegas Presiden di hadapan para menteri dan kepala lembaga.

🍱 Makan Bergizi Gratis: Capai 55 Juta Penerima

Salah satu sorotan utama dalam taklimat ini adalah progres program unggulan Makan Bergizi Gratis. Saat ini, program tersebut dilaporkan telah menjangkau 55 juta penerima manfaat di seluruh pelosok tanah air.

Meskipun diakui sebagai proyek besar yang penuh tantangan logistik, Presiden optimis bahwa ini adalah investasi jangka panjang. Namun, beliau memberikan catatan penting mengenai kualitas dan ketepatan sasaran yang tidak boleh dikompromikan.


🚫 Peringatan Keras: “Haramkan” Ego Sektoral

Menutup taklimat tersebut, Presiden melayangkan peringatan keras kepada seluruh anggota kabinet. Beliau menegaskan tidak akan menoleransi birokrasi yang lamban akibat kurangnya koordinasi antar-instansi.

Poin Tegas Presiden:

  • Koordinasi adalah Kewajiban: Tidak ada ruang bagi menteri atau kepala lembaga untuk bekerja sendiri-sendiri.

  • Ego Sektoral: Presiden meminta setiap kementerian meruntuhkan sekat birokrasi demi mempercepat eksekusi program.

  • Satu Arah: Target nasional hanya bisa dicapai jika seluruh elemen pemerintah bergerak dalam satu komando demi kepentingan rakyat Indonesia.


By redaksi 🖋️

Komentar