⚠️ DARURAT INFRASTRUKTUR

Talud Tol KM 9.5 Jebol, Jalan Warga Martubung Amblas dan Terendam Limbah Hitam

Medan4708 Dilihat

MEDAN LABUHAN – Keamanan dan kenyamanan warga di Lingkungan 1, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, kini terancam serius. Jebolnya dinding pembatas (talud) di sisi Jalan Tol KM 9.5 memicu kerusakan masif pada akses utama masyarakat, Kamis (25/12/2025).

Aliran air drainase dari arah tol yang tidak lagi terbendung mengikis badan jalan hingga menciptakan kondisi yang sangat membahayakan nyawa pengendara.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Jembatan “Menggantung” dan Ancaman Kecelakaan

Kondisi di lapangan menunjukkan pemandangan yang mengerikan bagi pengguna jalan:

  • Struktur Amblas: Sebuah jembatan beton kecil kini dalam posisi “menggantung” karena tanah penyangganya telah terkikis habis oleh debit air.

  • Beton Retak & Miring: Permukaan jalan aspal nampak kupak-kapik, retak, dan miring, sehingga sangat berisiko membuat pengendara terperosok.

  • Tanda Darurat: Warga secara swadaya meletakkan traffic cone (kerucut lalu lintas) di titik amblas sebagai peringatan manual agar tidak ada warga yang terjatuh ke lubang reruntuhan.

“Jalannya jadi kupak-kapik. Kalau hujan deras, air dari arah tol langsung turun ke mari karena dindingnya sudah jebol. Airnya juga kotor, penuh sampah plastik dan hitam,” keluh seorang warga setempat.


Dampak Lingkungan: Limbah Hitam dan Sampah

Selain kerusakan fisik, warga juga harus berhadapan dengan masalah kesehatan. Air yang meluap dari area tol berwarna hitam pekat, beraroma tidak sedap, dan membawa tumpukan sampah domestik. Genangan ini kini menetap di area pemukiman dan persawahan warga, memicu kekhawatiran akan menjadi sarang nyamuk dan sumber penyakit.

Desakan kepada Pengelola Jalan Tol

Warga Lingkungan 1 Martubung menuntut tanggung jawab penuh dari pihak pengelola jalan tol serta Pemerintah Kota Medan untuk segera:

  1. Perbaikan Talud: Membangun kembali dinding penahan batu kali yang hancur agar air tidak lagi menghantam jalan warga.

  2. Rekonstruksi Jalan: Memperbaiki jembatan dan akses jalan yang amblas sebelum memakan korban jiwa.

  3. Normalisasi Saluran: Mengatasi genangan limbah hitam dan tumpukan sampah yang mencemari pemukiman.

“Kami minta tolong supaya ini segera diperbaiki sebelum ada korban jatuh ke lubang itu. Ini akses harian kami ke pasar dan bekerja,” tegas warga dengan penuh harap. Hingga saat ini, belum ada tindakan teknis dari pihak terkait di lokasi kejadian.


✍️ Syafwan

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar