Pembalikan Fakta Mengerikan di Sei Rotan: Polisi Ungkap Kunci Tragedi Dua Wanita, Berujung ‘Bunuh Diri’ Usai Serangan Cemburu Brutal

Medan4772 Dilihat

PERCUT SEI TUAN – Insiden berdarah yang menggemparkan warga Desa Sei Rotan, Percut Sei Tuan, akhirnya menemukan titik terang yang mengejutkan. Semula dilaporkan sebagai dugaan pembunuhan, hasil investigasi dan rekaman CCTV oleh pihak kepolisian justru mengarah pada skenario bunuh diri yang didahului aksi serangan brutal akibat kecemburuan yang memuncak.

Kapolsek Medan Tembung, AKP Ras Maju Tarigan, dengan tegas meluruskan narasi awal. Korban tewas, AS, dipastikan mengakhiri hidupnya sendiri, bukan dibunuh.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Kronologi Mencekam: Serangan Gunting 15 Menit oleh Pelaku yang Cemburu
Penyelidikan mendalam mengungkapkan bahwa tragedi ini berakar pada konflik pribadi yang intens antara AS (yang tewas) dan RK (korban luka) yang tinggal serumah dan diduga memiliki hubungan intim sesama jenis.

“Diduga [keduanya] penyuka sesama,” jelas AKP Ras Maju Tarigan, Jumat (7/11/2025).

Menurut rekaman CCTV dan keterangan saksi, motif utama insiden mengerikan ini adalah kecemburuan yang dirasakan oleh AS.

Inilah kronologi mencekam yang diungkap polisi:

Tidur Berdua, Bangun dengan Amarah: Keduanya sedang tidur bersama di kamar bercat hijau. Tiba-tiba, AS terbangun.

Serangan Brutal: AS langsung menyergap dan melukai RK menggunakan gunting. Serangan ini berlangsung brutal, diperkirakan hingga 15 menit lamanya!

Kesempatan Kabur: RK berhasil menyelamatkan diri setelah anak perempuannya membuka pintu kamar, memberi celah bagi RK untuk melarikan diri dan meminta pertolongan.

Aksi Tragis Bunuh Diri: Setelah RK kabur, AS tetap berada di dalam kamar. Disinilah kamera CCTV merekam detik-detik mengerikan. AS, yang diduga putus asa dan cemburu, kemudian melukai dirinya sendiri dengan gunting yang sama hingga tewas bersimbah darah.

“Laporan awal ke kita ada seorang terluka diduga dibunuh. Setelah kita olah TKP dan lihat CCTV, ternyata kita temukan bukan dibunuh, tapi melukai dirinya sendiri,” kata Ras Maju Tarigan, membalikkan dugaan awal.

RK Masih Dirawat, Motif Kecemburuan Mendominasi
Saat ini, RK masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka-luka parah yang ia derita dari serangan AS.

Tragedi ini menyoroti bagaimana konflik emosional yang terpendam, diperburuk oleh kecemburuan akut, dapat berujung pada kekerasan ekstrem dan keputusan tragis.

Pihak kepolisian menekankan pentingnya peran CCTV dan olah TKP yang akurat dalam memastikan kebenaran di balik insiden yang semula diselimuti misteri ini, sekaligus memberikan klarifikasi terpercaya kepada publik.
By redaksi ️

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar