Perkuat Industri Medis Nasional, Kemdiktisaintek Siapkan Pendanaan Riset Lintas Disiplin di Perguruan Tinggi

Jakarta4782 Dilihat

Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh riset di perguruan tinggi guna memperkuat kemandirian dan daya saing industri medis nasional. Dukungan ini akan difokuskan pada inovasi lintas disiplin ilmu yang dapat menghasilkan produk kesehatan bernilai tinggi.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, mengungkapkan bahwa peluang inovasi di bidang kesehatan sangat luas dan tidak terbatas pada rumpun ilmu kesehatan saja. Menurutnya, riset dari berbagai bidang lain dapat diadaptasi untuk menciptakan terobosan medis.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

“Produk riset kesehatan pada dasarnya dapat dikembangkan dari berbagai disiplin ilmu. Bahkan, riset material di bidang kedirgantaraan atau otomotif dapat diadaptasi untuk menghasilkan inovasi yang relevan bagi kebutuhan medis,” ujar Fauzan Adziman di Jakarta, Kamis (2/10/2025).

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemdiktisaintek telah menyiapkan sejumlah program strategis dan skema pendanaan riset khusus. Tujuannya adalah untuk memperkuat ekosistem sains dan teknologi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di sektor kesehatan.

“Penguatan bina talenta atau sumber daya manusia (SDM) juga menjadi faktor kunci dalam pembangunan industri kesehatan nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan,” tambahnya.

Langkah Kemdiktisaintek ini sejalan dengan agenda transformasi sistem ketahanan kesehatan yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Direktur Ketahanan Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, Jeffri Ardiyanto, menekankan pentingnya sinergi untuk meningkatkan kemandirian bangsa.

“Salah satu strategi penting dalam transformasi sistem ketahanan kesehatan adalah meningkatkan ketahanan sektor farmasi dan alat kesehatan, seperti vaksin, obat-obatan, dan alat kesehatan, baik dari segi jumlah maupun nilai,” ujar Jeffri.

Kolaborasi antar-kementerian ini diharapkan dapat menciptakan hilirisasi riset yang efektif, sehingga inovasi dari kampus tidak berhenti sebagai purwarupa, melainkan dapat diproduksi secara massal untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada produk impor.

redaksi

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar