Akses Jalan Diblokir Tembok Beton, Ribuan Warga Villa Kencana Cikarang Minta Negara Hadir

Jakarta5010 Dilihat

UNTUK SEGERA DITERBITKAN

CIKARANG, BEKASI – Ribuan warga Perumahan Villa Kencana Cikarang di Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, kini terisolasi setelah akses jalan utama mereka ditutup total menggunakan tembok beton. Memasuki hari kedelapan, pemblokiran ini menjadi puncak dari sengketa lahan yang tak kunjung usai antara pengembang, PT Arayan, dengan pihak yang mengklaim sebagai ahli waris tanah.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Penutupan jalan (pemortalan) yang dilakukan secara permanen menggunakan tembok beton ringan (hebel) sejak 7 Oktober 2025 lalu telah melumpuhkan total aktivitas warga. Akses vital untuk bekerja, sekolah, hingga layanan darurat kini terputus, memaksa warga mencari jalan alternatif yang lebih jauh dan tidak memadai.

Seorang perwakilan warga di lokasi menyatakan bahwa konflik antara pengembang dan ahli waris menjadi penyebab utama penderitaan mereka.

“Pemortalan ini adalah buntut dari sengketa lahan antara PT Arayan dengan ahli waris yang hingga hari ini belum menemukan titik terang. Kami sebagai warga menjadi korban,” ujarnya saat diwawancarai pada Selasa (14/10/2025).

Tembok beton ringan (hebel) masih berdiri kokoh menutup akses jalan utama Perumahan Villa Kencana Cikarang, melumpuhkan aktivitas ribuan warga.

Warga menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap pihak pengembang yang dinilai lepas tangan. Fasilitas umum berupa akses jalan yang seharusnya menjadi hak penghuni kini justru menjadi objek sengketa yang merugikan mereka.

“Kami sangat kecewa dengan PT Arayan yang sampai saat ini belum memberikan solusi. Padahal, jalan ini adalah fasilitas utama perumahan yang kami tempati. Aktivitas kami sangat terganggu,” tegasnya.

Para penghuni perumahan menegaskan tidak ingin terseret dalam pusaran konflik agraria tersebut. Tuntutan mereka hanya satu: kembalikan hak mereka atas akses jalan agar dapat beraktivitas secara normal.

“Kami tidak mau tahu dan tidak mau terlibat dalam sengketa mereka. Kami hanya menuntut hak kami sebagai warga agar jalan ini segera dibuka kembali,” tambah warga tersebut.

Karena mediasi antara pihak bersengketa tak kunjung membuahkan hasil, warga kini menaruh harapan terakhir kepada pemerintah. Mereka secara terbuka memohon intervensi dari berbagai level pemerintahan untuk menjadi penengah dan segera mencarikan solusi.

“Kami memohon kepada dinas terkait, Bapak Pj. Bupati Bekasi, Gubernur Jawa Barat, hingga Bapak Menteri PUPR untuk turun tangan. Tolong mediasi sengketa ini agar jalan kami bisa dibuka secepatnya,” tutupnya dengan penuh harap.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan konkret dari pihak-pihak yang bersengketa, sementara tembok beton masih kokoh berdiri sebagai simbol lumpuhnya keadilan bagi ribuan warga Villa Kencana Cikarang.

penulis : bottor siagian

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar