Pelindo dan Stakeholder Bahas Sinergi Logistik untuk Maksimalkan Potensi Pelabuhan Kuala Tanjung

Medan4833 Dilihat

MEDAN, NusantaraNews-today.com – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 1 menggelar Forum Group Discussion (FGD) untuk menyinergikan seluruh pemangku kepentingan logistik demi memaksimalkan peran Pelabuhan Kuala Tanjung. Acara yang digelar di Medan, Senin (22/9/2025), ini berfokus pada kesiapan pelabuhan dalam menopang pertumbuhan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.

Diskusi strategis ini dihadiri oleh jajaran lengkap ekosistem logistik, mulai dari anak perusahaan Pelindo, PT KAI Divre 1 Sumut, pengelola Dry Port KEK Sei Mangkei, hingga asosiasi pengusaha seperti ALFI dan Organda.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Komitmen Pelindo sebagai Gerbang Logistik

General Manager Pelindo Regional 1, dalam pembukaannya menegaskan komitmen Pelindo untuk menjadikan Kuala Tanjung sebagai hub logistik terintegrasi.

“Kuala Tanjung bukan hanya pelabuhan, tetapi tulang punggung bagi industri di Sei Mangkei dan sekitarnya. Kami siap dari sisi infrastruktur dan suprastruktur, namun sinergi dengan seluruh mitra adalah kunci keberhasilannya,” ujarnya.

Konektivitas Darat Jadi Kunci

Perwakilan dari PT KAI Divre 1 Sumut menyoroti pentingnya kelancaran angkutan kereta api dari dan menuju dry port Sei Mangkei. “Kami berkomitmen untuk meningkatkan frekuensi dan keandalan angkutan barang. Saat ini kami sedang mengkaji penambahan rolling stock untuk mengantisipasi lonjakan volume kargo,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPD Organda Sumatera Utara menekankan perlunya standarisasi dan efisiensi angkutan truk. “Kami berharap ada kepastian regulasi dan perbaikan akses jalan di sekitar kawasan industri untuk memangkas waktu dan biaya logistik,” katanya.

Kesepakatan dan Langkah ke Depan

FGD ini menghasilkan beberapa poin kesepakatan, di antaranya adalah pembentukan gugus tugas (task force) bersama untuk mengatasi hambatan operasional harian dan merumuskan standardisasi layanan logistik.

Pelindo juga berkomitmen untuk mengembangkan platform digital terintegrasi yang dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan untuk memantau pergerakan kargo secara real-time.

“Dialog seperti ini sangat penting. Kami jadi tahu apa yang dibutuhkan oleh industri dan apa yang harus kami siapkan. Sinergi ini akan kita lanjutkan secara berkala,” tutupnya.

(Hendra)

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar