NusantaraNew-today.com
Insiden water canon terhadap mahasiswa di Gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut) merupakan salah satu contoh tindakan represif yang dilakukan oleh aparat keamanan terhadap para demonstran.Selasa (26/08)
Aparat keamanan yang bertugas mengamankan aksi juga terus mengimbau massa untuk meninggalkan lokasi karena situasi sudah tidak kondusif.
Tindakan represif ini semakin membuat massa menjadi anarki dengan melepari petugas dan bentrokan pun tak elakkan. Akibat dari petugas menembakkan water canon dan gas air mata, mengakibatkan masyarakat non-aksi juga terkena efek dari gas air mata tersebut.
Hal ini sangat disayangkan mengingat aksi dari mahasiswa ini merupakan bentuk dari aspirasi suara rakyat dalam demokrasi.
Koordinator aksi mengatakan ada banyak aspirasi yang disampaikan, salah satunya “untuk mengalihkan anggaran DPR untuk lebih pro kepada rakyat”.
Raja panjaitan juga menambahkan, agar pemerintah lebih transparasi untuk aksi audit BPK dan KPK.
‎Pantauan di lokasi sekitar jam 13.10 WIB, polisi memukul mundur massa aksi dengan menyisir Jalan jalan imam bonjol dan sekitarnya. Dan Hingga saat ini belum diketahui korban akibat terkena gas air mata tersebut.”pungkas”
laporan oleh : Boby.N
‎



















Komentar