Tiga Emak-emak Culik Anak SD di Medan, Minta Tebusan Rp 50 Juta, Ternyata Positif Sabu

Medan5978 Dilihat

MEDAN – Aksi penculikan seorang siswa sekolah dasar (SD) di Medan, Sumatera Utara, menggemparkan warga. Peristiwa ini terjadi di Jalan Marelan III, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, pada Kamis (31/7/2025) siang.

Korban yang masih duduk di bangku kelas 2 SD swasta itu dijemput oleh seorang perempuan tak dikenal saat jam sekolah, lalu dibawa pergi. Detik-detik penculikan terekam kamera CCTV sekolah dan videonya viral di media sosial.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Dalam rekaman, terlihat seorang perempuan dewasa menggandeng anak tersebut dan berjalan tergesa-gesa. Anak itu kemudian dimasukkan ke dalam mobil yang diduga sudah menunggu di luar sekolah.

Tidak lama setelah kejadian, pelaku mendatangi rumah korban dan menyerahkan amplop kepada nenek sang anak. Di dalamnya terdapat surat ancaman berisi permintaan uang tebusan sebesar Rp 50 juta. Lebih mengerikan, isi surat tersebut mengandung ancaman akan menjual organ tubuh sang anak jika uang tidak diberikan.

“Anak ini tidak akan kembali lagi. Organnya akan lebih mahal dari yang kami minta Rp 50 juta,” bunyi salah satu kalimat dalam surat tersebut.

Pelaku Ditangkap, Ternyata Keluarga dan Positif Sabu

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Hamzar, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari keluarga korban dan telah melakukan koordinasi dengan Polres Pelabuhan Belawan.

Hasil penyelidikan mengarah pada tiga pelaku perempuan dewasa yang akhirnya berhasil ditangkap kurang dari 24 jam setelah kejadian. Fakta mengejutkan lainnya, ketiganya ternyata masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.

“Ketiga pelaku yang ditangkap merupakan emak-emak yang masih punya pertalian keluarga dengan korban,” ujar Iptu Hamzar.

Dari hasil pemeriksaan awal, seluruh pelaku dinyatakan positif mengonsumsi sabu. Saat ini, ketiganya masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Pelabuhan Belawan, termasuk untuk mengetahui kemungkinan adanya sindikat atau jaringan lebih besar.

Trauma Korban dan Desakan Publik

Korban berhasil ditemukan dalam keadaan hidup, namun mengalami trauma psikologis akibat peristiwa penculikan dan ancaman tersebut. Pihak keluarga kini mendapatkan pendampingan dari unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta lembaga perlindungan anak.

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran mendalam di tengah masyarakat, terutama di kalangan orang tua yang khawatir dengan keamanan anak-anak di lingkungan sekolah.

Publik juga mendesak agar pengamanan di sekolah ditingkatkan, serta hukuman maksimal diberikan kepada para pelaku, mengingat kejahatan ini tidak hanya mengancam keselamatan anak, tetapi juga merusak rasa aman di tengah masyarakat.


 

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar