Pembangunan Tugu Ikonik Kecamatan Bilah Hulu Picu Amarah Warga, Nilai Proyek Rp376 Juta Dinilai Tak Masuk Akal

Labuhan batu5618 Dilihat

Aek Nabara, 20 Agustus 2025 – Pembangunan tugu ikonik di Kecamatan Bilah Hulu, Kota Aek Nabara, dengan anggaran hampir Rp376 juta, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Alih-alih menjadi kebanggaan daerah, proyek yang bersumber dari dana hibah Bank Sumut ini justru dianggap tak memiliki nilai estetika maupun filosofi yang mencerminkan identitas Bilah Hulu.

Sejumlah warga menilai pembangunan tersebut hanya menjadi ajang pemborosan anggaran dan rawan penyalahgunaan wewenang.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

“Dengan dana segitu besar, Rp376 juta, bisa bangun rumah mewah. Tapi lihat tugu ini, sama sekali tak ada kesan ikoniknya. Kami minta Inspektorat, Kejaksaan Negeri, bahkan KPK turun tangan mengecek proyek ini,” tegas seorang warga dengan nada kesal saat ditemui wartawan Nusantaranews-Today.

Kemarahan masyarakat makin memuncak ketika diketahui bahwa bentuk tugu justru menampilkan sepasang ikan terubuk, yang notabene bukan ikon khas Bilah Hulu melainkan berasal dari wilayah lain.

“Apa faedahnya? Di sini tidak ada ikan terubuk. Kenapa yang dipromosikan justru komoditas dari daerah lain? Ini sama saja menghilangkan identitas kecamatan kami,” tambah seorang tokoh masyarakat Bilah Hulu.

Masyarakat juga menyesalkan proses pembangunan yang dinilai tertutup, tanpa menghadirkan perwakilan tokoh masyarakat maupun musyawarah publik dalam penentuan desain tugu.

Hal inilah yang memicu kecurigaan adanya indikasi korupsi serta praktik asal-asalan dalam pelaksanaan proyek.

“Tugu ini tidak layak disebut ikonik. Proyek ini rawan korupsi, terkesan hanya formalitas untuk menghabiskan anggaran. Kami mendesak aparat penegak hukum segera membentuk tim investigasi,” desak warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR Labuhanbatu maupun pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait polemik yang memanas di tengah masyarakat Bilah Hulu.


Reporter : Suleman Sinulingga

Editor : Redaksi nusantaranews-today

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar