“Ngerumpi” Berujung Laporan Polisi: Mediasi Gagal, Keluarga Terlapor Duga Ada “Penunggang” Kasus di Pondok Batu, Labuhan Batu

Labuhan batu5783 Dilihat

AEK NABARA, LABUHAN BATU – Sebuah insiden yang bermula dari obrolan antar tetangga di Desa Pondok Batu Sukamuli Selatan kini berbuntut panjang, bahkan telah mencapai meja Polres Labuhan Batu. Mediasi yang diinisiasi oleh pemerintah desa dan kepolisian telah gagal total, sementara pihak terlapor merasa ada kejanggalan dan menduga adanya “penunggang” di balik kasus dugaan penganiayaan ini.

Kejadian ini bermula pada 15 Juni 2025, saat Ibu Pariem dan Nenek Simpen terlibat percakapan santai, atau yang biasa disebut “ngerumpi,” mengenai perceraian cucu Nenek Simpen, Novi, termasuk masalah utang-piutang yang muncul akibat perpisahan tersebut. Suasana mulai memanas ketika Novi dan ibunya mendatangi rumah Ibu Pariem pada malam harinya.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Ibu Pariem, yang penasaran, menanyakan perihal “uang mekar” (istilah untuk utang yang membesar). Ibu Novi membantah, menjelaskan bahwa mereka baru saja menerima kiriman uang dari pacar Novi. Ibu Pariem kemudian menceritakan perkataan Nenek Simpen yang menyiratkan keheranan mengapa Novi harus bercerai hingga berutang.

Konflik memuncak sekitar pukul 22.00 WIB, setelah Novi dan ibunya pulang. Nenek Simpen tiba-tiba mengamuk dan melontarkan kata-kata kotor serta kasar seperti “perempuan lonte, mulut anjing, dasar memang lonte anjing” berulang kali. Mendengar ini, Ibu Pariem bertanya kepada Ibu Novi siapa yang dimaksud. Jawaban Ibu Novi bahwa Nenek Simpen memaki Ibu Pariem karena “ngerumpi” tentang cucunya, memicu kemarahan Ibu Pariem.

Ibu Pariem kemudian mendatangi Nenek Simpen. Nenek Simpen kembali melontarkan makian yang sama sambil berusaha mencakar Ibu Pariem. Kericuhan tak dapat dihindari. Puncaknya, putri Ibu Pariem, Y (siswa SMP kelas 2), yang geram mendengar ibunya dimaki, secara refleks menampar pipi Nenek Simpen. Perkelahian fisik pun terjadi; Nenek Simpen menjambak dan memuntir rambut Y hingga merintih kesakitan, sebelum akhirnya dilerai oleh Ibu Pariem dan warga sekitar, termasuk Bapak Rahmat yang memisahkan keduanya.


 

Mediasi Gagal Total, Kecurigaan Adanya “Penunggang” Kasus

 

Secara mengejutkan, keluarga Nenek Simpen kemudian membuat pengaduan ke kantor Desa Pondok Batu pada 16 Juni 2025, dengan tuduhan penganiayaan. Keluarga Ibu Pariem yang menerima undangan mediasi dari desa pada 17 Juni 2025 hadir, namun pihak Nenek Simpen justru absen. Saat dihubungi oleh Kepala Dusun Pondok Batu Selatan, pihak Nenek Simpen bersikeras tidak hadir dan menyatakan laporan mereka sudah diteruskan ke Polres Labuhan Batu.

Mediasi kedua, yang difasilitasi oleh Polsek Bilah Hulu di bawah AKP R. Sinulingga dan kembali diinisiasi di Kantor Desa Pondok Batu pada 2 Juli 2025 (hari ini), kembali menemui jalan buntu. Pihak pelapor lagi-lagi tidak mengindahkan undangan tersebut. Kepala Desa Pondok Batu (Carli Siringoringo), Babinsa (L. Lubis), dan Bhabinkamtibmas (Champion Bukit), yang telah berupaya menghubungi, mengungkapkan kekecewaan mendalam.

“Banyak yang kami mediasi di kantor desa ini, walau awal-awal bertegangan, tapi bisa menemukan hasil yang baik. Tapi ini tidak,” ungkap mereka.

Kegagalan mediasi ini membuat titik perdamaian tidak tercapai. Sikap pelapor yang terkesan mengabaikan upaya mediasi desa dan memilih jalur hukum di Polres Labuhan Batu menimbulkan tanda tanya besar.

Keluarga Ibu Pariem, sebagai pihak terlapor, menduga ada pihak-pihak yang “menunggangi” kasus ini dan mencoba memfasilitasinya menjadi kasus penganiayaan, yang berujung pada indikasi penentuan tersangka yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Mereka kini memohon pendampingan dari media atas kasus ini, yang dirasa tidak berjalan murni dan sarat intervensi pihak tak bertanggung jawab. Publik menanti transparansi dan keadilan dalam penanganan kasus yang berawal dari “ngerumpi” ini.

laporan kabiro/team


Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar