Dua Wanita Muda Tewas Usai Pulang dari Gereja, Sopir Minibus Diamuk Massa di Helvetia

Medan5780 Dilihat

Medan, Nusantaranews-Today.com – Kecelakaan maut kembali menambah catatan kelam lalu lintas di Kota Medan. Dua wanita muda tewas mengenaskan setelah sepeda motor yang mereka tumpangi ditabrak sebuah minibus yang melaju ugal-ugalan di Jalan Kapten Sumarsono, Kecamatan Medan Helvetia, pada Minggu pagi (27/7/2025).

Korban diketahui bernama Dita Silaban (14), warga Jalan Kapten Sumarsono, dan Sri Tambunan (20), warga Jalan Penampungan, Medan Helvetia. Tragedi ini terjadi hanya beberapa menit setelah keduanya selesai mengikuti ibadah gereja.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

“Keduanya baru keluar dari gereja, hendak menyeberang jalan. Tiba-tiba mobil itu datang kencang sekali dari arah Ringroad. Seketika langsung disambar,” ujar seorang saksi mata.

Benturan keras membuat keduanya terpental. Luka parah di bagian kepala membuat mereka meninggal di tempat sebelum sempat mendapat pertolongan.


Sopir Kabur, Dikejar Warga dan Dihajar Massa

Alih-alih berhenti dan menolong korban, pengemudi minibus justru tancap gas melarikan diri. Warga yang menyaksikan kejadian langsung melakukan pengejaran sejauh sekitar dua kilometer hingga pelaku berhasil ditangkap di kawasan Graha Metropolitan.

“Mobil itu dari awal udah nyelip-nyelip. Pas nabrak, dia kabur. Aku kejar pakai motor, sampai kutangkap di depan Graha. Kami tahan,” ungkap Zul, warga yang ikut mengejar pelaku.

Amarah warga tak terbendung. Pelaku sempat menjadi sasaran amukan massa sebelum akhirnya diamankan polisi yang tiba beberapa menit kemudian. Untuk meredam situasi, polisi membawa pelaku ke salah satu rumah warga sebelum digiring ke Mapolsek Medan Helvetia.


Tangis Pecah, Keluarga Korban Histeris

Jenazah korban dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan visum. Di lokasi kejadian, isak tangis keluarga pecah saat melihat kondisi korban.

“Ibunya sempat pingsan pas lihat jasad anaknya. Kami semua ikut menangis,” kata seorang warga yang ikut mengevakuasi.

Situasi duka menyelimuti sepanjang ruas jalan tempat kejadian. Warga setempat menuntut agar sopir ditindak tegas dan dijerat hukum maksimal.


Polisi: Sopir Diamankan, Proses Hukum Jalan

Pihak kepolisian menyatakan bahwa pengemudi minibus telah diamankan dan kini dalam penyelidikan. Unit Laka Lantas Satlantas Polrestabes Medan menangani kasus ini langsung.

“Kami sedang mendalami dugaan kelalaian. Sopir sudah kami amankan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” ujar seorang petugas yang enggan disebutkan namanya.


Catatan Redaksi:

Kecelakaan ini bukan sekadar angka statistik, tapi jeritan kehilangan dari dua keluarga yang anaknya pulang dari ibadah—dan tak pernah kembali. Ketika pengendara melaju tanpa kendali dan aparat lambat mengantisipasi, maka jalanan kita berubah menjadi ladang maut.
Pemerintah dan aparat diminta lebih aktif menertibkan pelanggaran lalu lintas, khususnya di kawasan padat aktivitas warga seperti Helvetia.


Reporter: Suleman Sinulingga
Editor: Redaksi Nusantaranews-Today.com


 

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar