Nusantaranews-Today.com | Internasional – Aksi protes besar di Nepal pada 2025 disebut dipicu oleh pidato seorang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), Avishkar (Abiskar) Raut, yang videonya viral di media sosial.
Pidato yang disampaikan Raut pada acara tahunan sekolahnya di Holy Bell School, Maret 2025 lalu, menyoroti isu korupsi, ketidakadilan, dan lemahnya sistem politik di Nepal. Dalam pidatonya, ia menyerukan generasi muda untuk bangkit melawan dan tidak diam terhadap kondisi yang mengekang masa depan bangsa.
“Korupsi adalah jaring yang memadamkan cahaya masa depan. Kita harus berani melawan agar Nepal bisa bangkit,” ungkap Raut dalam pidatonya.
Media internasional seperti NDTV menulis, pidato tersebut “mencerminkan suara generasi muda Nepal yang muak dengan sistem lama” dan bahkan dibandingkan dengan orasi tokoh politik berpengaruh. Sementara Sindonews Internasional menyebut pidato itu sebagai “pengobar awal demo dahsyat” yang mengguncang Kathmandu dan kota-kota lain.
Seruan Raut mendapat sambutan luas dari publik, terutama kalangan muda. Gelombang protes kemudian merebak di berbagai kota, menuntut perbaikan pemerintahan, ekonomi, dan transparansi.
Meski demikian, analis menilai demonstrasi yang meluas tidak hanya dipicu oleh pidato Raut, melainkan merupakan akumulasi dari kekecewaan masyarakat atas korupsi, pengangguran, dan krisis politik yang sudah berlangsung lama.
Pidato Avishkar Raut kini dikenang sebagai simbol keberanian generasi muda Nepal dalam menyuarakan perubahan.
(**)


















Komentar