**Simalungun, Media Nusantaranews-today.com – Jumat (5/9/2025)**
Pantauan awak media Nusantaranews-today.com di SD Negeri 094155 Rambung Merah menunjukkan kondisi gedung sekolah yang memprihatinkan. Sejumlah ruang kelas tampak tidak terawat, bahkan masih ada atap seng yang rusak dan atap sekolah belum menggunakan asbes .
Padahal, sesuai aturan, **Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)** diantaranya dapat digunakan untuk pemeliharaan serta perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai transparansi dan akuntabilitas penggunaan Dana BOS tahun anggaran 2024 di sekolah tersebut.
### **Kepala Sekolah Baru Lempar Tanggung Jawab**
Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kepala Sekolah SD Negeri 094155 Rambung Merah, **Ibu br. Simamora**, mengaku baru menjabat beberapa bulan terakhir.
> “Kalau soal penggunaan Dana BOS 2024, itu lebih tahu kepala sekolah yang lama. Saya di sini baru beberapa bulan menjabat,” ucapnya.
Terkait serah terima jabatan, ia juga menyebutkan bahwa dokumen pertanggungjawaban BOS tahun 2024 sudah tidak dapat dibuka ,sudah tinggal menyerahkan berkasnya kepada dinas ,ujar kepala sekolah .
“Berkasnya sudah tidak bisa dibuka, tinggal diserahkan kepada kepala dinas,” tambahnya.
### **Dugaan Komunikasi Tertutup**
Hasil penelusuran awak media mengindikasikan adanya dugaan komunikasi tertutup antara kepala sekolah baru dengan kepala sekolah lama terkait klarifikasi Dana BOS. Hal ini menimbulkan kesan bahwa pihak sekolah enggan memberikan keterangan terbuka kepada publik maupun media.
Kepala sekolah sebelumnya bahkan diduga kuat melakukan penyalahgunaan Dana BOS 2024. Indikasi ini diperkuat dengan kondisi sekolah yang jauh dari kata layak, sementara anggaran seharusnya dapat dialokasikan untuk perawatan dan perbaikan gedung.
### **Minim Akuntabilitas, Turunkan Kepercayaan Publik**
Minimnya transparansi dalam pengelolaan Dana BOS 2024 di SD Negeri 094155 Rambung Merah berpotensi menurunkan akuntabilitas sekolah dalam pengelolaan keuangan. Lebih jauh, hal ini dapat menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat dan stakeholder terhadap pengelolaan pendidikan di wilayah tersebut.
### **Konfirmasi Masih Ditunggu**
Hingga berita ini dikirimkan ke meja redaksi, kepala sekolah lama **belum berhasil dikonfirmasi** terkait dugaan penyalahgunaan Dana BOS 2024. Awak media masih terus melakukan upaya klarifikasi kepada pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun.
✍️ *Laporan: Josep Opranto Sagala*
—





















Komentar