Dugaan Korupsi Pembangunan Tugu Ikonik Bilah Hulu Memicu Kemarahan Warga

 

labuhan batu Warga Aek Nabara, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhan Batu, mengungkapkan kekecewaan dan kemarahan mereka terhadap dinas yang berwenang dalam menyelidiki pagu anggaran pembangunan Tugu Ikonik Bilah Hulu. Tugu yang menjadi ikon kecamatan tersebut diduga sarat korupsi dan penyalahgunaan wewenang, memicu pertanyaan tentang transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana publik.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

*Latar Belakang Pembangunan Tugu*

Tugu Ikonik Bilah Hulu dibangun dengan menggunakan dana hibah CSR Bank Sumut sebesar hampir Rp 376 juta. Pembangunan tugu ini diharapkan dapat menjadi simbol kebanggaan masyarakat Bilah Hulu dan meningkatkan pariwisata di daerah tersebut. Namun, warga merasa bahwa anggaran tersebut tidak sebanding dengan hasil pembangunan tugu, menimbulkan kecurigaan bahwa ada penyimpangan dalam pengelolaan anggaran.

*Kekecewaan Warga*

Warga Aek Nabara merasa kecewa dengan sikap dinas yang berwenang dalam menyelidiki kasus ini. Mereka menilai bahwa dinas terkait tidak serius dalam menangani kasus ini dan tidak transparan dalam proses pemeriksaan. “Kami tidak percaya lagi dengan pemerintah saat ini jika kasus ini tidak ditangani dengan serius,” kata seorang warga.

*Desakan Pembentukan Tim Khusus*

Warga Aek Nabara mendesak pihak berwenang untuk membentuk tim khusus untuk menyelidiki dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang dalam pembangunan tugu tersebut. Mereka juga menuntut transparansi dan keterbukaan dalam proses pemeriksaan, serta tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam penyimpangan.

*Kekhawatiran Terhadap Anggaran Pembangunan Lain*

Warga khawatir bahwa jika kasus ini tidak ditangani dengan serius, maka anggaran pembangunan lainnya juga berpotensi diselewengkan. Mereka menuntut pemerintah untuk menindaklanjuti kasus ini dan memastikan bahwa pembangunan di wilayah Kabupaten Labuhan Batu dilakukan dengan transparan dan akuntabel, serta memprioritaskan kepentingan masyarakat.

*Tuntutan Warga*

Warga Aek Nabara menuntut pemerintah untuk:

1. Membentuk tim khusus untuk menyelidiki dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang dalam pembangunan Tugu Ikonik Bilah Hulu.
2. Melakukan pemeriksaan yang transparan dan akuntabel terhadap pengelolaan anggaran pembangunan tugu.
3. Mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam penyimpangan.
4. Memastikan bahwa pembangunan di wilayah Kabupaten Labuhan Batu dilakukan dengan transparan dan akuntabel, serta memprioritaskan kepentingan masyarakat.

Dengan demikian, warga Aek Nabara berharap bahwa kasus ini dapat ditangani dengan serius dan transparan, serta pembangunan di wilayah Kabupaten Labuhan Batu dapat dilakukan dengan lebih baik dan akuntabel.

Laporan : suleman sinulingga

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar