Pembangunan Jalan Tani di Nagori Raya Usang Tuai Kontroversi, Warga Soroti Kurangnya Transparansi

Kab.simalungun4816 Dilihat

 

Simalungun, NusantaraNews-Today.com
Proyek pembangunan pembukaan jalan tani di Nagori Raya Usang, Kecamatan Dolok Masagal, Kabupaten Simalungun, tepatnya di Dusun Bittang, kini tengah menjadi sorotan tajam masyarakat. Warga menilai pelaksanaan proyek ini minim transparansi dan dinilai tidak mematuhi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP). Ketidakhadiran papan informasi proyek di kantor pemerintahan desa kian memperkuat kecurigaan publik. (Jumat, 18 Juli 2025)

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Beberapa warga yang ditemui di lapangan mengaku kecewa dan enggan disebutkan namanya karena alasan keamanan. Mereka mengungkapkan dugaan adanya penyalahgunaan wewenang dalam pelaksanaan proyek, yang disinyalir dilakukan oleh oknum tertentu termasuk Pangulu (Kepala Desa) setempat.

“Kami tidak tahu anggaran dari mana, berapa jumlahnya, dan siapa pelaksananya. Tidak ada sosialisasi kepada kami warga,” ujar salah satu warga.

Warga mencurigai bahwa proyek jalan tani tersebut berpotensi menjadi ajang korupsi dan kepentingan pribadi, bukannya benar-benar untuk kemajuan desa dan kesejahteraan petani. Ketidakterbukaan mengenai sumber dana dan tahapan pelaksanaan proyek dinilai mencederai kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.

Warga Minta Bupati Turun Tangan

Situasi ini menimbulkan gelombang ketidakpuasan warga yang kini mendesak Bupati Simalungun agar mengambil tindakan tegas terhadap Pangulu Nagori Raya Usang, Jonra Purba. Warga berharap pemerintah daerah menunjukkan komitmen terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pembangunan desa.

“Kami minta Bupati turun tangan. Jangan dibiarkan begitu saja. Kalau dibiarkan, kepercayaan kami ke pemerintah akan hilang,” ujar warga lainnya.

Ketiadaan Papan Proyek Jadi Sorotan

Salah satu sorotan utama warga adalah tidak adanya papan informasi proyek di lokasi maupun di kantor desa. Padahal, papan informasi merupakan instrumen wajib yang berfungsi memberi tahu masyarakat mengenai jenis kegiatan, nilai anggaran, sumber dana, serta nama pelaksana proyek.

“Papan proyek itu penting. Supaya warga bisa tahu dan ikut mengawasi. Ini malah gelap semua,” tambah seorang tokoh masyarakat setempat.

Harapan dan Tindakan Lanjutan

Pembangunan infrastruktur seperti jalan tani seharusnya menjadi solusi bagi kebutuhan petani dan kemajuan desa. Namun tanpa pengelolaan yang baik dan terbuka, proyek tersebut justru bisa memunculkan konflik sosial dan menimbulkan kerugian kepercayaan terhadap pemerintah.

Warga pun berharap adanya audit dan pengawasan lebih lanjut dari instansi terkait, agar pembangunan benar-benar dilakukan sesuai prosedur dan berpihak pada kepentingan masyarakat.


Reporter: Ibrahim Harry Gunawan Saragih
Editor: Redaksi NusantaraNews-Today.com
Simalungun | Sumatera Utara


 

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar