Jalan Tergerus dan Menggantung di Labuhan Batu: Warga Dusun Bangun Sari Inpres Minta Penanganan Segera

Bagikan:
Waktu baca 3 menitDiperbarui 14 Agustus 2026, 13:05 WIB

Kondisi Infrastruktur Mengkhawatirkan di Dusun Bangun Sari Inpres

Labuhan Batu, Nusantara News Today – Kondisi infrastruktur jalan dan saluran drainase di Dusun Bangun Sari Inpres, Desa Tanjung Siram, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhan Batu, kembali menjadi sorotan warga. Sejumlah bagian badan jalan dan saluran drainase di depan salah satu rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan serius, di mana konstruksi di bawahnya tergerus hingga membentuk rongga dan membuat badan jalan tampak “menggantung”.

Kerusakan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama mengingat potensi peningkatan kerusakan saat musim hujan deras. Aliran air yang kuat dikhawatirkan dapat memperparah erosi dan mengancam stabilitas jalan, serta membahayakan pengguna jalan dan warga sekitar.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Erosi dan Kerusakan Struktur Jalan

Ahmad Aritonang, salah seorang warga setempat, menjelaskan bahwa kerusakan tersebut diakibatkan oleh kikisan air yang terus-menerus pada konstruksi di sekitar saluran drainase. “Sudah lebih satu meter terkikis pondasinya. Jalan itu sudah seperti tergantung,” ujar Ahmad pada Kamis (14/8/2026).

Menurut informasi dari warga, pembangunan jalan dan drainase tersebut diduga dilaksanakan oleh pemerintah daerah sekitar tahun 2015 hingga 2016. Namun, keterangan mengenai tahun pembangunan ini masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari instansi teknis terkait untuk memastikan keakuratannya.

Selain badan jalan, kerusakan juga terlihat pada bagian titi beton di depan rumah warga. Sebagian struktur beton mengalami patah dan ambles, dengan material tanah dan batu di bawahnya yang kini terbuka akibat erosi.

Keluhan Warga Belum Mendapat Respons

Ahmad Aritonang mengungkapkan bahwa persoalan ini telah ia sampaikan kepada pihak lingkungan setempat beberapa waktu lalu. Ia mengaku pernah berkomunikasi dengan Kepala Dusun Pendi Ritonga sekitar empat hingga lima bulan yang lalu. Namun, hingga saat ini, belum ada penanganan yang berarti dari pihak berwenang.

“Sudah pernah dilaporkan, tapi belum ada respons. Katanya harus melapor ke PU karena bukan urusan orang desa,” kata Ahmad, menirukan jawaban yang ia terima.

Melihat kondisi di lapangan, dokumentasi yang ada menunjukkan adanya keretakan pada badan jalan dan ruang kosong yang signifikan di bawah konstruksi. Saluran di sisi jalan juga memperlihatkan tanda-tanda erosi yang parah, sementara beberapa bagian beton tampak bergeser atau rusak.

Harapan Warga: Jangan Tunggu Jalan Ambruk

Ahmad Aritonang berharap pemerintah daerah tidak menunggu kerusakan menjadi lebih parah atau bahkan ambruk sebelum melakukan tindakan. “Ini pas di depan rumah saya. Kami khawatir kalau dibiarkan, jalan bisa semakin terkikis,” tegasnya.

Ia mendesak pemerintah daerah, khususnya dinas yang membidangi pekerjaan umum dan infrastruktur jalan, untuk segera turun ke lokasi. Tujuannya adalah melakukan pengecekan langsung guna memastikan penyebab kerusakan dan menentukan langkah teknis yang diperlukan. Kondisi jalan yang sebagian konstruksinya telah kehilangan penopang ini dinilai perlu mendapat perhatian serius sebelum kerusakan meluas dan membahayakan pengguna jalan serta warga sekitar.

Nusantara News Today Menyoroti Pentingnya Tindak Lanjut

Nusantara News Today memandang bahwa kondisi infrastruktur ini memerlukan klarifikasi dan tindak lanjut segera dari pihak berwenang. Penentuan penyebab kerusakan, apakah karena faktor usia konstruksi, erosi drainase, kurangnya penguatan pondasi, atau faktor teknis lainnya, sepenuhnya perlu ditentukan melalui pemeriksaan lapangan oleh instansi yang berkompeten.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun dinas terkait mengenai kondisi jalan tersebut, termasuk rencana penanganannya.

(Laporan Ali oncog🖋️)

👁️ Dilihat: 10 kali
Gambar Gravatar
Penulis

Suleman Sinulingga

Tim redaksi Nusantara News Today.

Lihat artikel lainnya
Nusantara News Popup - Boss WA

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar