BMKG: Potensi Hujan Masih Mengintai Sejumlah Wilayah Indonesia pada 28 Juli–4 Agustus 2026
Jakarta, Nusantara News Today – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Indonesia untuk tetap waspada terhadap potensi hujan di sejumlah wilayah, meskipun musim kemarau semakin meluas. Prakiraan ini berlaku untuk periode 28 Juli hingga 4 Agustus 2026, di tengah dinamika atmosfer yang masih aktif.
Musim Kemarau Meluas, El Niño Menguat
Hingga Dasarian II Juli 2026, BMKG mencatat bahwa mayoritas wilayah Indonesia, sekitar 72,8 persen Zona Musim (ZOM) atau 509 ZOM, telah memasuki musim kemarau. Data menunjukkan bahwa curah hujan kategori rendah mendominasi 92,93 persen wilayah, sementara curah hujan menengah dan tinggi masing-masing hanya 6,63 persen dan 0,45 persen. Kondisi kering ini diperparah oleh penguatan fenomena El Niño yang menyebabkan cuaca kering semakin meluas di berbagai daerah.
Dinamika Atmosfer Pemicu Hujan Lokal
Namun, BMKG juga menyoroti bahwa beberapa faktor atmosfer masih berpotensi memicu pembentukan awan hujan. Fenomena seperti Gelombang Kelvin, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), serta pengaruh Bibit Siklon Tropis 92W di Laut Filipina, dapat meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, terutama di wilayah Indonesia bagian barat dan utara.
Waspada Kekeringan, Karhutla, dan Angin Kencang
Di sisi lain, BMKG juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap dampak dominan musim kemarau. Potensi kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta angin kencang perlu diwaspadai di sejumlah wilayah. Masyarakat diimbau untuk bijak dalam penggunaan air, menghindari aktivitas pemicu kebakaran lahan, serta selalu memantau informasi cuaca resmi sebelum melakukan perjalanan atau aktivitas di luar ruangan.
Ikuti Informasi Resmi BMKG
Untuk mengantisipasi perubahan cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, BMKG mengimbau masyarakat agar senantiasa mengikuti pembaruan informasi cuaca melalui kanal-kanal resmi yang disediakan.
Editor: Fernando Albert Damanik
























Komentar