*Parkir Liar Menjamur di Persimpangan Jalan Pulau Nias Selatan KIM II, Pihak Pengelola Bungkam?*

Medan4541 Dilihat

MEDAN – Kondisi lalu lintas di kawasan Industri Modern (KIM) II Mabar, khususnya di sekitar persimpangan Jalan Pulau Nias Selatan, kian semrawut.

Pantauan awak media *Nusantarnews-today.com* di lokasi pada Jumat (13/03/2026) dini hari menunjukkan puluhan truk kontainer dan tangki pengangkut bahan kimia terparkir bebas, baik di bahu jalan maupun di tengah area persimpangan.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

​Keberadaan armada besar seperti milik Eagletainer, Maersk, dan Tex yang memakan badan jalan ini dinilai sangat membahayakan pengguna jalan lain, terutama saat jarak pandang terbatas di malam hari.

Selain mempersempit ruang gerak kendaraan, parkir liar ini juga memicu kerawanan kecelakaan lalu lintas.

​Dugaan Pembiaran dan “Setoran”
​Masyarakat dan pengguna jalan mulai mempertanyakan komitmen PT KIM selaku pengelola kawasan dalam menertibkan area tersebut.

Pasalnya, praktik parkir liar ini diduga telah berlangsung lama tanpa adanya tindakan tegas.
​Muncul spekulasi di lapangan mengenai adanya koordinasi terselubung atau “setoran” dari pihak perusahaan pemilik armada kepada oknum tertentu di pihak pengelola KIM agar aktivitas parkir di bahu jalan ini tetap dibiarkan.

​”Harusnya kawasan industri sekelas KIM punya regulasi yang ketat. Kalau dibiarkan terus seperti ini, kami curiga ada apa-apa antara pemilik truk dengan pihak pengelola.

Apakah ada retribusi tidak resmi di balik pembiaran ini?” ujar salah seorang pengguna jalan Syafrizal (40).

​Butuh Tindakan Tegas
​Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola KIM II Mabar belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pembiaran parkir liar yang menutup akses persimpangan vital tersebut.

​Warga berharap pihak berwenang, termasuk Dinas Perhubungan dan kepolisian setempat, segera turun tangan melakukan penertiban sebelum terjadi insiden yang memakan korban jiwa.

Transparansi mengenai pengelolaan lahan parkir di dalam kawasan industri juga dituntut agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan demi kepentingan segelintir oknum.
✍️ Syafwan

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar