SILOU KAHEAN – Keluhan masyarakat terkait buruknya akses infrastruktur jalan di Kecamatan Silou Kahean mulai mendapat titik terang. Camat Silou Kahean, Janopel Tanjung, S.Pd., menunjukkan kepedulian nyata dengan memimpin langsung rapat koordinasi perencanaan perbaikan jalan lintas Nagori Simanabun hingga Nagori Kariahan, Rabu (11/03/2026).
Rapat strategis ini menjadi momentum krusial karena melibatkan seluruh elemen pemangku kepentingan (stakeholders), mulai dari unsur pimpinan kecamatan hingga pihak manajemen perkebunan swasta.
Sinergi Lintas Sektoral: Libatkan TNI, Polri, dan Manajer Perkebunan
Pertemuan yang berlangsung di kantor camat ini dihadiri oleh jajaran Forkopimca, di antaranya perwakilan Koramil 19, Kapolsek Silou Kahean, serta para Pangulu Nagori. Tak hanya unsur pemerintahan, pihak swasta pun turut dilibatkan, yakni Rivai (Manager Karai 13) dan Komisaris Karai 13/17.
Kehadiran pihak manajemen perkebunan ini dinilai sangat penting mengingat jalur Simanabun-Kariahan merupakan akses vital yang juga dilalui oleh armada perusahaan, sehingga kolaborasi perbaikan menjadi kunci utama.
Janopel Tanjung: Infrastruktur Adalah Nadi Ekonomi dan Pendidikan
Dalam arahannya, Camat Janopel Tanjung menegaskan bahwa perbaikan jalan penghubung Silou Kahean menuju Raya adalah prioritas yang tidak bisa ditunda lagi. Kondisi jalan yang layak sangat menentukan kelancaran aktivitas ekonomi, akses pendidikan bagi anak sekolah, hingga pelayanan kesehatan darurat.
“Jalan yang baik adalah hak masyarakat. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Hari ini kita duduk bersama untuk mencari solusi konkret agar perbaikan jalan di Silou Kahean, khususnya titik Simanabun-Kariahan, dapat segera direalisasikan demi kesejahteraan warga,” tegas Janopel Tanjung.
Catatan Jurnalisme Nurani: Menanti Aksi Nyata, Bukan Sekadar Rapat
Pimpinan Umum Nusantara News Today, Fernando Albert Damanik, memberikan catatan terhadap inisiatif camat ini.
“Langkah Camat Janopel Tanjung patut diapresiasi karena berani menarik pihak manajer perkebunan ke meja rapat. Infrastruktur di Silou Kahean sudah lama menjadi ‘anak tiri’ akibat beban tonase kendaraan yang tidak seimbang dengan kelas jalan. Kita menanti komitmen dari Manager Karai 13 dan komisarisnya untuk ikut bertanggung jawab membangun jalan ini melalui dana CSR atau bantuan teknis. Rakyat butuh aspal, bukan sekadar berita acara rapat!” ungkap Fernando.
Komitmen Bersama Demi Kesejahteraan
Rapat yang berlangsung dinamis ini diakhiri dengan kesepakatan untuk menyusun usulan program pembangunan yang akan diajukan secara kolektif kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun. Masyarakat Silou Kahean kini menaruh harapan besar agar hasil rapat ini segera berwujud aksi nyata di lapangan, sehingga mobilitas warga kembali lancar dan aman.
Editor: Fernando Albert Damanik 🖋️
Laporan: Unit Liputan Infrastruktur & Pembangunan Nagori


















Komentar