SURABAYA – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, memberikan penekanan serius terhadap ancaman narkotika di tingkat pedesaan. Ia menegaskan pentingnya komitmen kolektif untuk menyukseskan program Desa Bersih dari Narkoba (Desa Bersinar) di seluruh wilayah Jawa Timur.
Dalam kunjungannya di Jawa Timur, Mendes Yandri mendorong agar provinsi ini menjadi role model atau percontohan nasional dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba guna melindungi generasi masa depan bangsa.
Aksi Nyata, Bukan Sekadar Deklarasi
Mendes Yandri menekankan bahwa gerakan Desa Bersinar ini harus diimplementasikan melalui aksi nyata di lapangan, bukan sekadar seremoni atau deklarasi di atas kertas. Untuk itu, Kemendes PDT bersinergi erat dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan jajaran pemerintah daerah.
“Gerakan ini adalah aksi nyata untuk melindungi desa kita. Kita ingin Jawa Timur menjadi contoh bagi provinsi lain dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba,” tegas Yandri Susanto.
Semangat “Super Team” Sesuai Arahan Presiden Prabowo
Lebih lanjut, Yandri menjelaskan bahwa pembentukan “Super Team” di tingkat desa hingga pusat merupakan instruksi langsung dan sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Hal ini menjadi pondasi krusial dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 yang tangguh dan bebas dari pengaruh barang haram.
Pemerintah berharap, dengan desa yang kuat dan bersih dari narkoba, ketahanan nasional akan terbangun dari unit masyarakat yang paling dasar. Sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
Melalui komitmen ini, Kemendes PDT optimistis bahwa desa-desa di Jawa Timur mampu menjadi benteng pertahanan pertama dalam melawan peredaran gelap narkotika di Indonesia.
(Tim Redaksi)


















Komentar