JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara terbuka mengungkapkan adanya tawaran jabatan sebagai Menteri Kepolisian terkait wacana penempatan Polri di bawah kementerian khusus. Namun, dengan tegas Jenderal Sigit menolak tawaran tersebut dan memilih agar Polri tetap berada langsung di bawah komando Presiden Republik Indonesia.
Dalam pernyataannya yang lugas, Jenderal Sigit menekankan bahwa integritas institusi adalah harga mati yang tidak bisa ditukar dengan jabatan menteri.
Pilih Menjadi Petani Ketimbang Menteri
Jenderal Sigit mengungkapkan bahwa dirinya sempat menerima pesan singkat (WhatsApp) yang menawarkan posisi strategis tersebut. Namun, baginya, meletakkan Polri di bawah kementerian merupakan langkah mundur yang dapat melemahkan struktur keamanan negara.
“Ada beberapa orang yang menyampaikan kepada saya, ‘Mau ndak Pak Kapolri jadi menteri kepolisian’. Saya tegaskan bahwa saya menolak polisi di bawah kementerian. Apabila ada pilihan tersebut, saya memilih Kapolri saja yang dicopot. Dan kalaupun saya yang menjadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja,” tegas Jenderal Sigit di hadapan jajarannya.
Melemahkan Institusi dan Negara
Kapolri berargumen bahwa menempatkan Polri di bawah kementerian khusus hanya akan menimbulkan potensi “matahari kembar” dalam birokrasi keamanan. Hal ini dinilai akan memperumit jalur koordinasi dan melemahkan posisi Presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas alat negara.
“Meletakkan Polri di bawah kementerian sama saja melemahkan institusi Polri, melemahkan negara, dan melemahkan Presiden,” tambahnya.
Beliau juga memberikan pesan mendalam kepada seluruh jajaran Korps Bhayangkara untuk tetap solid mempertahankan posisi Polri di bawah Presiden langsung sebagai bagian dari perjuangan reformasi.
Dukungan Penuh DPR RI
Sikap tegas Kapolri tersebut mendapat sambutan positif dari legislatif. Dalam rapat koordinasi, seluruh fraksi di Komisi III DPR RI menegaskan dukungan agar Polri tetap berada langsung di bawah Presiden.
“Terima kasih atas dukungan dari seluruh mitra yang menempatkan Polri tetap di bawah Presiden. Ini adalah bagian dari mandat reformasi yang tentunya harus kita tindaklanjuti dan perjuangkan bersama,” ujar Sigit menutup pernyataannya.
Laporan: Josep Opranto Sagala (Rel/Mabes Polri) Editor: Redaksi NusantaraNews-Today.com


















Komentar