PESAN KADIS PENDIDIKAN SIMALUNGUN UNTUK GENERASI MUDA DAMANIK: Cerdas, Adaptif, dan Cintai Budaya Lokal!

PEMATANGSIANTAR – Pelantikan Ketua dan Pengurus Marga Damanik dalam rangkaian Harungguan Bolon Tumpuan Damanik Boru Panogolan Siantar–Simalungun berlangsung meriah, tertib, dan penuh makna, disaksikan oleh ribuan keturunan marga Damanik.

Acara bersejarah ini semakin mendapat bobot ketika FRITS UEKI DAMANIK, S.E., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun, turut menyampaikan apresiasi dan pesan khusus kepada pengurus baru yang dipimpin oleh Satben Rico Damanik.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Bangga dan Penuh Harap pada Kepemimpinan Baru

 

Frits menyampaikan rasa bangga dan syukurnya melihat ribuan keturunan Damanik berkumpul dalam satu semangat kekeluargaan. Ia menilai pelantikan ini sebagai langkah penting dalam memperkokoh fondasi persatuan.

“Saya bangga, bersyukur, dan penuh harap kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Kiranya Ketua Satben Rico Damanik dapat memimpin dengan bijak, mempersatukan seluruh keturunan Damanik, serta membawa organisasi ini menjadi rumah besar yang aktif berkontribusi bagi kemajuan Siantar dan Simalungun,” ujar Frits Ueki Damanik.

Ia menekankan bahwa organisasi marga harus menjadi ruang yang merangkul, mengayomi, serta membuka peluang kolaborasi yang produktif bagi seluruh anggota.

Pesan Khusus untuk Generasi Muda: Literasi Digital dan Karakter Budaya

 

Sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Frits menitipkan pesan kunci kepada generasi muda marga Damanik, menyoroti tantangan di era modernisasi:

  1. Cerdas dan Adaptif: Ia berharap generasi muda Damanik mampu berpikir cerdas dan adaptif di tengah modernisasi digital. Anak-anak muda harus mempersiapkan diri menjadi generasi yang matang secara pola pikir, siap menghadapi tantangan zaman, termasuk dinamika politik.

  2. Cintai Akar Budaya: Di tengah arus globalisasi, Frits mengingatkan bahwa generasi muda wajib memahami dan mencintai akar budaya sendiri. “Identitas budaya itulah yang memperkuat karakter kita sebagai bagian dari marga Damanik,” tegasnya.

Rumah Besar Marga Damanik

 

Sebelumnya, Ketua Umum Marga Damanik Indonesia, Irjen Pol (Purn) Maruli Wagner Damanik, turut menegaskan bahwa organisasi marga adalah rumah besar yang wajib dijaga bersama, dan berharap kepengurusan baru mampu membawa energi segar dalam memperkuat solidaritas dan kontribusi sosial marga.

Pelantikan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut menjadi simbol tekad bersama untuk memperkuat jati diri, solidaritas, dan persatuan marga Damanik demi pembangunan Siantar dan Simalungun di masa mendatang.(FAD)

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar