Kejurnas Atletik 2026: Hari Kedua Gemilang, Rekor Nasional Kelompok Usia Berjatuhan

Hari Kedua Kejurnas Atletik 2026: Bakat Muda Bersinar, Rekor Nasional Terpecahkan

Jakarta – Hari kedua Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik dan Indonesia Open Championship 2026 di Stadion Atletik Velodrome Rawamangun, Jakarta Timur, pada Minggu (28/6), menjadi panggung bagi lahirnya sejumlah prestasi gemilang. Ajang bergengsi ini diwarnai dengan pecahnya beberapa rekor nasional di berbagai kelompok usia, menunjukkan potensi luar biasa atlet-atlet muda Indonesia.

Muhammad Hammam Pimpin Pecahnya Rekor di Lompat Tinggi Putra U-16

Salah satu pencapaian yang paling mencuri perhatian datang dari nomor lompat tinggi putra U-16. Muhammad Hammam, atlet muda berbakat dari Jawa Barat, berhasil mencatatkan lompatan setinggi 1,74 meter. Angka ini tidak hanya mengantarkannya meraih medali, tetapi juga memecahkan rekor nasional kelompok usia yang sebelumnya bertahan di 1,60 meter, sebuah peningkatan signifikan.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Hammam mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari latihan intensif dan dedikasi tinggi. “Latihannya hampir setiap hari. Saat latihan teknik sempat pusing, bahkan pernah sampai menangis karena harus memperbaiki teknik lompatan, mulai dari pinggang, kaki, dan semuanya. Tapi hasil hari ini membuat saya sangat puas,” ujarnya, mencerminkan perjuangan dan kepuasan atas hasil yang diraih.

Putu Widiayu Lestari Pertajam Rekor Lari 200 Meter Putri U-16

Tidak hanya di nomor lapangan, rekor nasional juga tercipta di lintasan lari. Putu Widiayu Lestari, atlet putri dari Bali, menunjukkan dominasinya di nomor lari 200 meter putri U-16. Ia berhasil mempertajam rekor kelompok usia dengan catatan waktu impresif 25,80 detik, melampaui rekor sebelumnya yang berada di angka 26,57 detik.

Persaingan Ketat di Berbagai Nomor Lari dan Partisipasi Internasional

Persaingan ketat juga mewarnai nomor-nomor lain. Di kategori U-20 putra, Gilang Satria Wibawa dari Jawa Timur menorehkan prestasi sebagai juara 400 meter dengan waktu 47,51 detik, sementara Novi Anggun Lestari menjadi yang terbaik di sektor putri dengan catatan 58,24 detik.

Kehadiran atlet dari negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina turut menambah semarak kompetisi. Muhamad Farhan dari Malaysia berhasil meraih medali emas di nomor 400 meter putra U-18 dengan waktu 48,83 detik, dan Loraine Audrey Batall dari Filipina memenangi nomor 400 meter putri dengan catatan 57,14 detik, menunjukkan kualitas persaingan di tingkat regional.

Sementara itu, di nomor lari jarak menengah, Kesia Sihotang dari Sumatera Utara tampil perkasa di 3.000 meter putri U-18 dengan waktu 10 menit 26 detik. Untuk nomor 5.000 meter U-20, Rangga Alvian dari Jawa Barat menjadi juara putra dengan 16 menit 14 detik, dan Vitri Elisa Sihotang dari Sumatera Utara memimpin di sektor putri dengan 19 menit 33 detik.

Dominasi Jawa Timur berlanjut di nomor 80 meter lompat gawang U-16, di mana Valen Nizar Zlatan menjadi juara putra dengan waktu 11,32 detik, dan Snandung Cinta Putri meraih gelar juara putri dengan catatan 11,56 detik.

Prestasi Gemilang di Nomor-Nomor Lapangan

Di nomor-nomor lapangan, atlet-atlet juga menunjukkan performa terbaiknya. Jing Jun dari Malaysia berhasil merebut gelar lempar cakram putri U-18 dengan lemparan sejauh 34,08 meter. Tiara Rahma Ryo dari Jawa Timur menunjukkan keunggulannya di lontar martil putri U-18 dengan jarak 42,99 meter.

Lina Hisage dari Papua Pegunungan memenangi tolak peluru putri U-20 dengan lemparan 12,30 meter, sementara Levhyano A. Fousta dari Jawa Timur menjadi juara lompat jauh putra U-20 dengan lompatan sejauh 6,89 meter.

Regenerasi Atlet Nasional Berjalan Positif

Kejuaraan Nasional Atletik dan Indonesia Open Championship 2026 ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga barometer penting bagi perkembangan atlet muda di Indonesia. Pecahnya sejumlah rekor nasional di berbagai kategori usia pada hari kedua adalah indikator kuat bahwa proses regenerasi atlet nasional berjalan sangat positif. Hal ini memberikan harapan besar bagi masa depan atletik Indonesia dalam menghadapi berbagai kejuaraan di tingkat regional maupun internasional.

Editor: Fernando Albert Damanik

👁️ Dilihat: 4,531 kali
Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar