MEDAN, Nusantara News Today – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan mengeluarkan peringatan dini terkait peningkatan curah hujan di wilayah Sumatera Utara, khususnya kawasan tangkapan air Danau Toba. Wilayah Kecamatan Haranggaol Horison (Simalungun) dan Parapat (Girsang Sipangan Bolon) kini masuk dalam zona waspada potensi gerakan tanah atau longsor.
Berdasarkan regulasi pemantauan atmosfer terkini, BMKG mendeteksi adanya belokan angin dan konvergensi yang memicu pertumbuhan awan konvektif secara masif di pegunungan tengah Sumatera Utara.
Kawasan Rawan Longsor Jadi Sorotan
Intensitas hujan yang diprediksi masuk kategori sedang hingga lebat (di atas 50 mm/hari) meningkatkan risiko jenuh air pada tanah di lereng-lereng perbukitan. Beberapa titik yang menjadi perhatian serius meliputi:
Kecamatan Haranggaol: Area perbukitan di sepanjang akses jalan menuju dermaga dan pemukiman warga.
Parapat dan Sekitarnya: Jalur lintas Sumatera (Jalinsum) yang kerap mengalami guguran material batu dan lumpur saat curah hujan tinggi.
Simanindo dan Merek: Wilayah penyangga yang juga memiliki topografi curam.
Imbauan BMKG dan BPBD
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah I Medan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap fenomena La Niña atau gangguan cuaca skala lokal yang dapat terjadi tiba-tiba, terutama pada sore hingga malam hari.
“Kami meminta warga di Haranggaol dan Parapat, serta para pengendara yang melintasi jalur perbukitan, untuk memantau radar cuaca secara berkala. Jika terjadi hujan dengan durasi lebih dari dua jam dan jarak pandang terbatas, sebaiknya menepi di tempat yang jauh dari tebing,” tulis pernyataan resmi BMKG.
Pihak BPBD Simalungun juga dilaporkan telah menyiagakan alat berat di beberapa titik strategis guna mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi sumbatan akses jalan akibat material longsor.
Regulasi Keselamatan Publik
Sesuai dengan regulasi keselamatan bencana, BMKG menekankan pentingnya sistem peringatan dini berbasis komunitas. Masyarakat diminta melaporkan segera jika melihat tanda-tanda retakan tanah di sekitar tebing atau penurunan debit air sungai yang tidak wajar, yang bisa menjadi indikasi adanya bendung alam akibat longsor di hulu.
Nusantara News Today – Mengawal informasi, menjaga keselamatan warga Nusantara.
Penulis: Tim Redaksi / Suleman Sinulingga
Editor: Fernando Albert Damanik
Senin, 30 Maret 2026 | 22:15 WIB


















Komentar