JAKARTA – Dengan mengusung semangat “Guyub Bangun Desa”, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menjadikan momentum Musyawarah Nasional (Munas) sebagai ajang konsolidasi besar-besaran. Mendes menegaskan bahwa desa kini diposisikan sebagai pusat pelaksanaan utama bagi berbagai program nasional strategis.
Sinergi dan kolaborasi antar-elemen desa diharapkan mampu mempercepat realisasi visi besar pemerintah pusat yang menyentuh langsung akar rumput.
Desa Sebagai Garda Terdepan Program MBG hingga Swasembada
Dalam arahannya, Mendes Yandri menjabarkan beberapa poin krusial yang harus dijalankan di tingkat desa, antara lain:
Makan Bergizi Gratis (MBG): Memastikan desa menjadi pemasok utama bahan pangan (telur, sayur, daging) untuk kebutuhan lokal.
Koperasi Desa Merah Putih: Memperkuat kelembagaan ekonomi desa sebagai wadah usaha kolektif masyarakat.
Pengentasan Kemiskinan Ekstrem: Penajaman data dan program pemberdayaan agar target nol persen kemiskinan ekstrem segera tercapai.
Swasembada Pangan dan Energi: Mendorong pemanfaatan lahan desa dan potensi energi terbarukan berbasis komunitas.
Konsolidasi dan Penguatan Kolaborasi
Mendes menekankan bahwa tanpa kolaborasi yang “guyub” (rukun dan bersama-sama), program sebesar apa pun tidak akan berjalan maksimal. Munas ini menjadi titik balik untuk memperkuat kapasitas para kepala desa dan pengurus lembaga desa agar siap menghadapi tantangan global dan nasional.
“Kita ingin desa menjadi pusat pelaksanaan program nasional. Dari desa kita mulai swasembada pangan, dari desa kita bangun generasi yang sehat lewat Makan Bergizi Gratis,” ungkap Mendes Yandri.
Visi “Bangun Desa, Bangun Indonesia” kini bukan lagi sekadar slogan, melainkan peta jalan nyata bagi kemandirian bangsa yang dimulai dari wilayah perdesaan.
Editor: Redaksi NusantaraNews-Today.com 🖋️ Sumber: Humas Kemendes PDT


















Komentar