JAKARTA – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) terus memperluas jaringan kolaborasi internasional demi mempercepat transformasi pedesaan di Indonesia. Menteri Desa PDT, Yandri Susanto, didampingi Wakil Menteri Ahmad Riza Patria, menerima kunjungan resmi World Bank Country Director untuk Indonesia dan Timor Leste, Carolyn Turk, di Jakarta, Selasa (24/02/2026).
Pertemuan strategis ini membahas penguatan dukungan pendanaan pembangunan serta program pemberdayaan desa agar dikelola secara transparan, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat bawah.
Pendanaan yang Adil dan Tepat Sasaran
Mendes PDT Yandri Susanto dalam diskusi tersebut menekankan pentingnya skema bantuan internasional yang tidak hanya besar secara nominal, tetapi juga adil dalam distribusi. Ia menegaskan bahwa pendanaan dari Bank Dunia harus disesuaikan dengan karakteristik dan potensi unik yang dimiliki oleh setiap desa di Indonesia.
“Skema bantuan harus adil dan yang terpenting tidak menurunkan kualitas program di lapangan. Kita ingin kolaborasi ini mampu mendorong kemandirian ekonomi desa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) secara berkelanjutan,” ujar Yandri Susanto.
Edukasi Global: Standar Transparansi Internasional
Secara edukatif, keterlibatan Bank Dunia (World Bank) membawa standar akuntabilitas yang tinggi dalam pengelolaan dana pembangunan. Kolaborasi ini menuntut sistem pelaporan yang ketat, sehingga meminimalisir celah penyimpangan anggaran di tingkat desa.
Pimpinan Umum Nusantara News Today, Fernando Albert Damanik, memberikan catatan penting terkait kerja sama ini.
“Masuknya dukungan World Bank ke desa-desa kita adalah tantangan sekaligus peluang. Ini membuktikan bahwa pembangunan desa adalah isu global. Kita harus memastikan bahwa penguatan pendanaan ini benar-benar menyentuh akar rumput, terutama di daerah tertinggal, agar desa tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, tapi subjek yang mandiri secara ekonomi,” ungkap Fernando.
Mendorong Kemandirian Ekonomi Desa
Carolyn Turk mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia dalam memperkuat basis ekonomi dari desa. Fokus kolaborasi ke depan akan diarahkan pada pemberdayaan kelompok masyarakat, peningkatan akses infrastruktur digital di pedesaan, serta penguatan sektor UMKM desa agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Melalui kemitraan ini, Kemendes PDT optimis target pengentasan kemiskinan ekstrem di pelosok Nusantara dapat tercapai lebih cepat melalui integrasi pendanaan yang transparan dan berbasis data.
Editor: Fernando Albert Damanik 🖋️
Laporan: Unit Liputan Nasional & Ekonomi Global


















Komentar