🚨 Polisi Buru 3 Terduga Pelaku Penganiayaan Lansia di Pasaman, Korban Kritis Usai Hadang Tambang

Kasus Kriminal, sumbar4714 Dilihat

PASAMAN, SUMBAR – 6 JANUARI 2026 Nusantaranews-Today.com

Kepolisian Resor (Polres) Pasaman bergerak cepat memburu tiga orang terduga pelaku penganiayaan berat terhadap Saudah (67). Lansia malang ini ditemukan dalam kondisi kritis setelah berusaha menegur dan menghadang aktivitas tambang di bantaran Sungai Batang Sibinail, Kabupaten Pasaman.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Identitas ketiga terduga pelaku telah resmi dikantongi pihak kepolisian, yakni pria berinisial Hsn, Mnk, dan Dyt. Ketiganya diketahui melarikan diri sesaat setelah insiden berdarah yang terjadi pada Kamis (1/1/2026) malam di kawasan Lubuk Aro, Nagari Padang Mentinggi Utara.


🩺 Kondisi Korban dan Fakta Medis

Hingga saat ini, Saudah masih menjalani perawatan intensif di RSUD Tuanku Imam Bonjol, Lubuk Sikaping. Kasat Reskrim Polres Pasaman, AKP Fion Joni Hayes, memberikan keterangan terkait kondisi fisik korban:

  • Luka Fisik: Kedua mata lebam akibat benturan benda keras, luka robek di kening, serta luka-luka di punggung tangan dan kaki.

  • Status Terkini: Korban mulai sadar namun masih sangat lemah akibat trauma fisik yang hebat.

Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, menegaskan prioritas pada pemulihan medis dan visum. “Proses hukum terhadap para pelaku akan segera kami tindak lanjuti secara tegas,” ungkap Kapolda.


⚠️ Kronologi: Keberanian Lansia Mempertahankan Lahan

Pihak keluarga melalui anak korban, Iswadi (40), membeberkan kronologi yang memicu aksi biadab para pelaku:

  1. Kamis Sore: Saudah menegur para pelaku karena aktivitas tambang alat berat (excavator) dinilai telah melampaui batas dan masuk ke tanah milik warga.

  2. Kamis Malam (19.30 WIB): Para pelaku kembali beroperasi. Saudah mencoba menghadang alat berat tersebut secara mandiri sebagai bentuk protes.

  3. Pengeroyokan: Para pelaku diduga mengeroyok korban hingga pingsan. Mengira Saudah telah meninggal, para pelaku menyeret dan membuang tubuhnya ke semak belukar sebelum melarikan diri.

  4. Aksi Penyelamatan Diri: Secara dramatis, dalam kondisi bersimbah darah, Saudah merangkak menuju cahaya di pemukiman warga hingga mencapai rumahnya sebelum akhirnya kembali jatuh pingsan.


⚖️ Langkah Hukum Kepolisian

Tim Opsnal Satreskrim Polres Pasaman telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi yang cukup terpencil, berjarak sekitar 60 kilometer dari pusat kota.

  • Pemeriksaan Saksi: Polisi telah memeriksa pelapor (anak korban) dan dua saksi kunci.

  • Komitmen Penyidikan: AKP Fion memohon dukungan masyarakat agar persembunyian ketiga pelaku segera terendus. “Penyidikan akan kami sampaikan secara transparan kepada publik,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi atensi publik di Sumatera Barat sebagai pengingat akan perlindungan terhadap lansia dan konflik lahan yang kerap memicu kekerasan di area pertambangan.


Laporan Team Redaksi Nusantaranews-Today

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar