🏗️ PROYEK MILIARAN RUPIAH JADI PUING

Tembok Penahan Jalinsum Aek Nabara Roboh Meski Baru Berusia Sebulan

LABUHANBATU – Proyek preservasi jalan nasional di wilayah Sumatera Utara yang dikelola oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menuai kritik tajam. Tembok beton penahan tanah yang baru selesai dikerjakan belum genap satu bulan ditemukan telah roboh total pada Selasa (30/12/2025).

Hasil pantauan di lokasi menunjukkan struktur beton di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa N2 Aek Nabara tampak hancur dan terbelah akibat tanah di bawahnya yang tergerus. Kondisi ini memicu dugaan kuat adanya kegagalan konstruksi atau kualitas material yang tidak sesuai spesifikasi.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

🔍 Detail Proyek Berdasarkan Papan Informasi

Proyek ini dibiayai dengan dana yang fantastis, namun ketahanannya sangat mengecewakan masyarakat. Berikut adalah rincian proyek tersebut:

  • Nama Paket: Preservasi Jalan Bts. Kota Rantau Prapat – Bts. Prov. Riau (SBSN).

  • Nilai Kontrak: Rp41.776.954.000,00 (Empat puluh satu miliar lebih).

  • Nomor Kontrak: HK 0201/Bb2-Wil1.S1.2/02/2025.

  • Penyedia Jasa (Kontraktor): PT. Ayu Septa Perdana.

  • Konsultan Supervisi: PT. Dhanesmantara Consultan KSO PT. Atharrazka Tata Jaya dan CV. Prima Rancang.


⚠️ Pengawasan dan Kualitas Dipertanyakan

Warga yang melintas menyatakan kekecewaan mendalam atas kualitas pekerjaan yang dinilai asal-asalan meski menelan anggaran miliaran rupiah. Robohnya tembok ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai fungsi kontrol dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara dan konsultan supervisi di lapangan.

“Sangat disayangkan, belum lama selesai sudah tumbang. Kami menduga ada yang salah dengan perencanaannya atau mungkin kualitas material yang dikurangi,” ujar salah seorang warga di lokasi.

Desakan Audit dan Keterangan Resmi

Hingga saat ini, baik pihak PPK 1.2 Provinsi Sumatera Utara maupun kontraktor PT. Ayu Septa Perdana belum memberikan pernyataan resmi mengenai penyebab teknis ambruknya struktur tersebut.

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengaudit proyek ini guna memastikan ada tidaknya praktik penyimpangan spesifikasi teknis (bestek) yang merugikan keuangan negara.


Laporan Biro Labuhan batu 🖋️

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar