JAKARTA PUSAT – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan guru dengan mengalokasikan beasiswa bagi 150.000 guru di seluruh Indonesia pada tahun 2026.
Program ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk mempercepat pemenuhan kualifikasi akademik minimal D4/S1 bagi para pendidik.
Pemanfaatan Skema RPL untuk Percepatan Studi
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa beasiswa tersebut akan diberikan khusus bagi guru yang belum menamatkan pendidikan D4 atau S1.
“Tahun depan kami memberikan kesempatan belajar untuk guru-guru yang belum D4 atau S1 agar dapat menempuh studi melalui sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL),” ujar Abdul Mu’ti dalam Seminar Wisuda Universitas Terbuka di UT Convention Centre, Tangerang Selatan, Senin (01/12/2025).
Kemendikdasmen telah menetapkan alokasi beasiswa sebesar Rp 3 juta per semester untuk 150.000 guru. Dengan sistem RPL, pengalaman mengajar guru yang sudah bertahun-tahun akan diakui dan dikonversi menjadi kredit semester, sehingga mempercepat penyelesaian studi.
Akselerator Sertifikasi dan Kesejahteraan
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa tujuan utama program ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan guru:
“Guru diharapkan bisa meningkat kesejahteraannya kalau sudah memenuhi kualifikasi S1, karena dengan S1 mereka bisa mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Mudah-mudahan dengan kuliah PPG, para guru dapat memenuhi persyaratan memperoleh tunjangan sertifikasi,” jelasnya.
Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa, di mana 12.500 guru telah lebih dahulu menjadi penerima manfaat. Dengan dibukanya kuota masif ini, Kemendikdasmen berharap inovasi ini dapat memenuhi amanat konstitusi dan menjadi pintu menuju pendidikan berkualitas, yang berawal dari guru yang bermutu.
Mekanisme pendaftaran beasiswa ini akan diumumkan dalam waktu dekat.
(Josep Opranto Sagala)


















Komentar