HARANGGAOL HORISON, SIMALUNGUN – Cuaca ekstrem melanda kawasan Danau Toba, khususnya di perairan Nagori Purba Pasir, Kecamatan Haranggaol Horison, Kabupaten Simalungun. Derasnya ombak yang menghantam danau sejak beberapa hari terakhir telah melumpuhkan aktivitas para nelayan yang menggantungkan hidupnya dari hasil tangkapan.
Pada hari ini, Selasa (25/11/2025), gelombang di sekitar pesisir Danau Toba terlihat tinggi dan ganas, disertai angin kencang. Kondisi ini memaksa seluruh perahu tradisional dan jaring nelayan untuk ditambatkan di tepi, karena melanjutkan aktivitas memancing dinilai sangat membahayakan keselamatan dan berisiko merusak peralatan.
Nelayan Tak Bisa Bekerja Sebagaimana Mestinya
Bagi warga Purba Pasir, profesi nelayan bukan sekadar mata pencaharian sampingan. Hasil tangkapan harian, seperti ikan mas dan nila, adalah satu-satunya sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Ombaknya terlalu besar, tidak seperti biasanya. Kami tidak berani turun ke tengah danau karena perahu bisa terbalik atau jaring terseret. Nelayan yang biasanya bisa bekerja sebagaimana mestinya, kini hanya bisa menunggu,” keluh salah seorang nelayan setempat.
Terhentinya aktivitas penangkapan ini secara langsung memukul roda perekonomian keluarga nelayan. Dalam beberapa hari terakhir, pasokan ikan lokal berkurang drastis, sementara pendapatan harian mereka menjadi nol.
Masyarakat Purba Pasir berharap cuaca segera membaik dan ombak mereda, agar mereka dapat kembali melaut dan melanjutkan perjuangan mencari nafkah di Danau Toba.
#Editor : Redaksi

















Komentar