Target Swasembada Beras 2025, Wamentan Sudaryono Ajak Seluruh Elemen Bangsa Berkolaborasi

Jakarta4759 Dilihat

Jakarta – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyerukan pentingnya kolaborasi total seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan target swasembada pangan nasional, khususnya beras pada tahun 2025. Menurutnya, cita-cita kedaulatan pangan tidak bisa dicapai oleh Kementerian Pertanian (Kementan) sendiri, melainkan harus menjadi gerakan bersama.

“Kami di Kementerian Pertanian memiliki perangkat, tetapi butuh tambahan mata, telinga, tangan, dan kaki untuk menyerap aspirasi serta memastikan program berjalan. Karena itu, swasembada tidak bisa dikerjakan sendiri, harus dilakukan bersama-sama, dengan dukungan legislatif, yudikatif, TNI, Polri, hingga masyarakat,” tegas Wamentan Sudaryono dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (2/10/2025).

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Sebagai contoh sinergi yang telah berjalan, ia menunjuk Gerakan Tanam Jagung Serentak di Kabupaten Bengkulu Tengah yang merupakan inisiatif Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dan didukung penuh oleh Kementan.

Wamentan menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sektor pertanian dan pangan telah ditempatkan sebagai prioritas utama pembangunan nasional. Ia menggarisbawahi bahwa pangan adalah harga diri dan kedaulatan sebuah bangsa.

“Negara bisa bertahan tanpa mobil atau telepon, tetapi tidak bisa bertahan tanpa pangan. Karena itu, pangan adalah kedaulatan bangsa, dan swasembada adalah harga diri Indonesia,” ujarnya.

Anggaran Jumbo dan Strategi Konkret

Untuk mencapai target ambisius tersebut, Wamentan memaparkan bahwa pemerintah telah menggelontorkan anggaran jumbo dan menyiapkan langkah-langkah strategis. Anggaran sebesar Rp48 triliun dialokasikan untuk pupuk, dan Rp12 triliun untuk merevitalisasi 80 ribu titik jaringan irigasi di seluruh Indonesia.

“Anggaran Kementan saat ini tertinggi sepanjang sejarah, Rp40 triliun, bahkan ditambah Rp10 triliun oleh Presiden. Semua ini menunjukkan keseriusan Presiden,” ungkapnya.

Selain infrastruktur, pemerintah juga fokus pada penguatan sumber daya manusia dengan menarik status penyuluh pertanian ke tingkat pusat. Kebijakan ini disertai dengan perbaikan tunjangan dan jalur karier yang lebih jelas untuk meningkatkan kinerja para garda terdepan pertanian.

Dengan dukungan anggaran dan kebijakan yang kuat, Wamentan memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran terkait di daerah untuk bekerja serius.

“Saya minta kepala daerah, dinas, dan penyuluh jangan santai-santai. Target kita jelas: swasembada beras 2025,” pungkas Wamentan Sudaryono.

redaksi

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar