Bentrok Massa di Depan Rumah Eks Bupati Tapteng: Anggota DPRD Sumut Terlibat Saling Lempar Batu dengan Pendemo Kantor Bupati Mangkrak

Tapteng4722 Dilihat

Tapanuli Tengah (Tapteng), 31 Oktober 2025 – Situasi di Kabupaten Tapanuli Tengah memanas setelah aksi unjuk rasa terkait mandeknya proyek pembangunan kantor bupati berakhir ricuh. Seratusan massa yang berunjuk rasa menuju Gedung DPRD Tapteng diadang dan diserang oleh sekelompok pendukung mantan Bupati Tapteng, Bachtiar Sibarani, tepat di depan kediamannya di Jalan Raja Junjungan Lubis, Pandan.

Kronologi Penghadangan dan Bentrokan
Aksi unjuk rasa tersebut mulanya berlangsung damai. Para pengunjuk rasa berjalan kaki melalui Jalan Raja Junjungan Lubis untuk menyampaikan aspirasi mereka di Kantor DPRD Tapteng terkait dugaan kasus kantor bupati yang mangkrak dan merugikan keuangan daerah.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Namun, saat melewati kediaman pribadi mantan Bupati Bachtiar Sibarani, massa diadang oleh sekelompok orang yang diidentifikasi sebagai pendukung mantan pejabat tersebut. Penghadangan ini seketika memicu ketegangan yang berujung pada bentrokan fisik dan aksi saling lempar batu di area publik.

Anggota DPRD Provinsi Sumut Terlibat Keributan
Poin paling mengejutkan dari insiden ini adalah terungkapnya keterlibatan seorang pejabat publik dalam kericuhan tersebut. Berdasarkan rekaman video yang disiarkan oleh Polres Tapteng, salah satu anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terlihat aktif ikut serta dalam aksi saling lempar batu bersama kelompok pendukung mantan bupati.

Keterlibatan anggota legislatif tingkat provinsi dalam bentrokan fisik melawan massa pendemo, yang notabene menyuarakan isu-isu kepentingan publik (proyek mangkrak), menimbulkan pertanyaan serius mengenai netralitas dan etika pejabat publik.

“Insiden ini bukan hanya soal kericuhan massa, tapi juga menunjukkan adanya potensi intimidasi terhadap kebebasan berpendapat. Keterlibatan anggota DPRD Sumut dalam aksi kekerasan ini harus diusut tuntas oleh Badan Kehormatan Dewan (BKD) dan pihak kepolisian,” ujar seorang pengamat politik lokal.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi sudah berhasil dikendalikan oleh aparat kepolisian dari Polres Tapteng, namun tensi politik dan sosial di daerah tersebut dilaporkan masih tinggi.
Penulis redaksi ️

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar