80 Tahun Merdeka, Desa Siantar Dolok Masih Terisolasi: Warga Tagih Janji ‘Tapteng Naik Kelas’ Masinton Pasaribu

Jalan Bak Kubangan, Warga Siantar Dolok Tapteng Desak Presiden Prabowo Turun Tangan

TAPANULI TENGAH – Ironi pembangunan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) kembali mencuat. Warga Desa Siantar Dolok, Kecamatan Sosor Gadong, meluapkan kekecewaan mendalam atas kondisi infrastruktur jalan yang hancur lebur dan nyaris tak tersentuh pembangunan sejak era kemerdekaan.

Kondisi jalan yang berlumpur dan menyerupai kubangan saat hujan tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi telah melumpuhkan urat nadi ekonomi masyarakat. Kini, jargon “Tapteng Naik Kelas” yang digaungkan Bupati Masinton Pasaribu kembali dipertanyakan relevansinya bagi warga di pelosok.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Infrastruktur Buruk, Layanan Publik Terganggu Ketimpangan pembangunan ini berdampak domino pada pelayanan dasar. Warga mengungkapkan, setiap kali terjadi gangguan listrik, proses perbaikan memakan waktu lama karena petugas teknis kesulitan menembus medan jalan yang ekstrem.

“Kami seolah dianaktirikan. Jalan ini akses utama kami, tapi kondisinya lebih mirip jalur hutan. Kalau lampu padam, perbaikannya bisa berhari-hari karena teknisi tidak sanggup lewat,” ujar salah satu warga dengan nada getir, Minggu (18/1/2026).

Menagih Janji Bupati dan Atensi Presiden Masyarakat menyadari Pemkab Tapteng saat ini sedang berfokus pada pemulihan pascabencana. Namun, mereka menegaskan bahwa kerusakan jalan di Siantar Dolok bukanlah dampak bencana baru, melainkan bentuk pengabaian sistematis selama puluhan tahun.

Warga kini melayangkan desakan terbuka kepada:

  • Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu: Untuk segera merealisasikan janji kampanye terkait pemerataan pembangunan di Kecamatan Sosor Gadong.

  • Presiden RI, Prabowo Subianto: Agar pemerintah pusat memberikan perhatian khusus bagi desa-desa terpencil di Sumatera Utara yang belum merasakan kemerdekaan infrastruktur yang layak.

Sinyal Darurat Pemerataan Keluhan warga Siantar Dolok menjadi catatan kritis bagi distribusi anggaran pembangunan di Tapteng. Isolasi ekonomi ini dikhawatirkan akan semakin memperburuk tingkat kesejahteraan warga desa dan menghambat akses generasi muda terhadap pendidikan serta kesehatan.

“Kami butuh aksi nyata, bukan sekadar orasi politik. Pak Masinton, Pak Prabowo, tolong lirik kampung kami. Kami juga bagian dari Indonesia yang ingin merasakan pembangunan yang merata,” pungkas warga dalam seruannya.

(Redaksi/NusantaraNews-Today)

👁️ Dilihat: 8 kali
Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar