Jambi, Nusantaranews-today.com – Bangunan lima lantai yang dulu digadang-gadang sebagai Asrama Haji Embarkasi Jambi kini tinggal cerita. Proyek dengan anggaran fantastis Rp 51 miliar dari APBN itu, kini tak ubahnya rongsokan. Besi-besi ornamen kropos, atap lapuk, halaman ditumbuhi gulma, sementara gerbang tergembok rapat.
Penelusuran Nusantaranews-today.com, Jumat (19/9/2025), menunjukkan kondisi bangunan sangat memprihatinkan. Padahal, gedung ini sempat digadang bisa menampung 400 jemaah dengan fasilitas setara hotel bintang lima, lengkap dengan restoran dan kafe syariah.
Dari Kebanggaan ke Mangkrak
Awalnya, pembangunan asrama haji ini dilaksanakan pada 2016 dengan peletakan batu pertama pada 25 Juli. Proyek dikerjakan PT Guna Karya Nusantara Cabang Banten dengan kontrak senilai Rp 57,6 miliar. Targetnya selesai Desember 2016, namun molor hingga Maret 2017.
Gubernur Jambi saat itu, Zumi Zola, bahkan beberapa kali melakukan sidak. Ia kecewa karena bangunan baru selesai sekitar 83 persen dan meminta percepatan agar bisa digunakan untuk musim haji 2017. Namun, kenyataannya, proyek tak kunjung rampung.
Korupsi dan Jeruji Besi
Kegagalan pembangunan ini ternyata berujung pada kasus korupsi besar. Tujuh terdakwa, termasuk mantan Kakanwil Kemenag Jambi M Thahir Rahman, staf bidang haji, hingga pihak swasta, diadili di Pengadilan Tipikor Jambi.
Modusnya, pelelangan proyek sudah diatur sejak awal antara pejabat Kemenag dengan kontraktor. Fee proyek hingga miliaran rupiah mengalir ke oknum-oknum tertentu. Audit BPKP menemukan kerugian negara mencapai Rp 11,7 miliar.
Atas perbuatannya, M Thahir dituntut 8,5 tahun penjara serta denda Rp 500 juta. Beberapa pihak swasta juga divonis hukuman bervariasi.
Kini Jadi Monumen Gagal Pembangunan
Ironis, asrama yang seharusnya menjadi kebanggaan Provinsi Jambi, justru menjadi simbol gagalnya pengelolaan proyek APBN. Dari luar, bangunan masih berdiri megah. Namun dari dekat, jelas terlihat kumuh dan tak terurus.
Masyarakat berharap Pemprov Jambi berani menatap ke depan: memperbaiki dan memfungsikan kembali asrama tersebut untuk kepentingan umat, bukan membiarkannya jadi saksi bisu korupsi masa lalu.
✍️ AsenkLee | Nusantaranews-today.com














Komentar