Peradaban Bisa Runtuh, Bila Adab Hilang

Oleh: Fernando Albert Damanik

opini, OPINI DESA5649 Dilihat

opini – Hari ini kita hidup di tengah gegap gempita kemajuan. Kota-kota tumbuh, jalan tol membentang, gawai pintar ada di genggaman setiap orang. Bangsa kita bangga menyebut diri bagian dari dunia modern, bagian dari peradaban global.

Namun, di balik megahnya pencapaian itu, ada pertanyaan sederhana tapi mendasar: apakah kita sedang benar-benar membangun peradaban, atau sekadar memperbesar kebanggaan tanpa adab?

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Peradaban itu soal kemajuan fisik, teknologi, dan sistem. Sedangkan adab adalah akar yang menumbuhkan peradaban agar kokoh. Adab melahirkan rasa hormat, sopan santun, integritas, dan tanggung jawab. Jika peradaban adalah bangunan tinggi, adab adalah fondasi yang menahannya. Tanpa fondasi, bangunan megah itu mudah runtuh diterpa angin.

Sayangnya, di negeri ini, kita sering melihat sebaliknya. Peradaban digembar-gemborkan, tapi adab kerap ditinggalkan. Jalan tol dibangun, tapi di jalanan orang saling serobot. Gedung sekolah megah berdiri, tapi guru tak lagi dihormati. Media sosial maju, tapi kata-kata kotor dan fitnah merajalela. Bahkan di ruang kekuasaan, adab sering kalah oleh nafsu rakus dan kerakusan korupsi.

Sejarah sudah mengajarkan: Romawi bukan runtuh karena miskin teknologi, melainkan karena hilangnya moral. Demikian pula banyak bangsa besar lainnya tumbang karena kehilangan adab, bukan karena kekurangan harta.

Maka, kalau kita benar-benar ingin disebut bangsa beradab, kita harus menegakkan adab lebih dulu daripada sekadar mengejar peradaban. Sebab, peradaban bisa runtuh bila adab hilang.

Mari kita kembalikan orientasi: membangun manusia dengan adab, bukan hanya fasilitas. Mengajarkan hormat dan kejujuran, bukan sekadar keterampilan. Sebab peradaban sejati lahir dari adab yang hidup di hati warganya.


✍️ Fernando Albert Damanik


 

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar