Nasib Pilu Serma (Purn) Mustari Baso: Mantan Kopassus Kini Tinggal di Kamar 2×2

SULAWESI4964 Dilihat

Jeneponto, Sulawesi Selatan

Serma (Purn) Mustari Baso, purnawirawan Kopassus berusia 82 tahun, kini menjalani hari-harinya dalam keterbatasan, setelah ditelantarkan oleh keluarga sendiri. Ia tinggal di sebuah ruangan sempit berukuran 2×2 meter di rumah kerabatnya, H. Jalling, di Dusun Kunjung Mange, Desa Kaluku, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto

Mantan prajurit elite ini pernah menjalani operasi di Timor Timur, Irian Barat, dan penumpasan gerakan komunis pada era Orde Baru. Mustari mengenang bahwa ia pernah bertugas langsung di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto dan Jenderal Prabowo Subianto.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Setelah pensiun dari Kodim 1411 Bulukumba pada 1992, Mustari sempat tinggal dengan keluarga. Namun hidupnya berubah tragis ketika istrinya pergi, diikuti anaknya yang mengambil lebih dari Rp 100 juta uang pensiunnya – kemudian menghilang begitu saja. Mustari pun hidup tanpa arah, sempat tidur di kolong jembatan Bantaeng dan bertahan di Terminal Malengkeri Makassar selama seminggu hanya dengan membawa sebuah ransel berisi pakaian dan kartu pensiun TNI

Suatu malam, Mustari tiba di kediaman keluarga H. Jalling. Baru keesokan paginya sang keluarga menyadari bahwa tamu sepuh tersebut adalah purnawirawan Kopassus. Sejak itu, ia tinggal di sana selama dua tahun tanpa kunjungan atau kabar dari keluarga kandungnya.

Pelda Alimuddin dari Koramil Batang memastikan status Mustari sebagai anggota Kopassus Grup 1 Cijantung dan pensiunnya dari Bulukumba pada 1992. Kapolsek Batang, Iptu Purwanto, menyebut kondisi Mustari saat ini menjadi perhatian pihak kepolisian secara kemanusiaan, meskipun bantuan formal masih minim

Mustari tetap mempertahankan kehormatannya sebagai prajurit. Ia menjaga jaket loreng kebanggaannya dan kartu pensiun sebagai simbol kehormatan masa baktinya kepada bangsa


Profil Singkat Serma (Purn) Mustari Baso

  • Nama lengkap: Mustari Karaeng Baso

  • Tanggal lahir: 5 Februari 1943

  • Karier militer: Anggota RPKAD (Resimen Para Komando, kini Kopassus); bertugas di Timor Timur, Irian Barat, dan operasi penumpasan Komunis

  • Pensiun: 25 Februari 1992 dari Kodim 1411 Bulukumba

  • Status saat ini: Tinggal di kamar 2×2 meter di rumah kerabat sejak dua tahun terakhir, tanpa dukungan keluarga kandung


Harapan dan Panggilan Kemanusiaan

Kisah ini mengingatkan kita bahwa keberanian dan pengabdian seorang veteran tidak selalu berujung pada penghargaan saat tua. Meski mengalami penelantaran dari orang terdekat, Mustari tetap menjaga identitas dan martabatnya sebagai prajurit.

Keluarga Jalling bahkan telah membantu membuatkan KTP baru bagi Mustari sebagai bukti bahwa ia tak sepenuhnya kehilangan identitas hukum serta sosial. Kesederhanaan belas kasih dari kerabat membuat Mustari masih memiliki tempat di dunia nyata.

Semoga kisah ini menjadi peringatan bagi pemerintah dan masyarakat luas: mereka yang telah mengabdi pada negara, khususnya prajurit satuan elite seperti Kopassus, layak mendapatkan penghormatan, rumah layak, dan perlindungan hak-hak pensiun di masa tua.


Menjadi harapan, melalui liputan ini suara Mustari Baso bisa didengar. Kiranya pemerintah dan organisasi purnawirawan dapat mendukung veteran seperti dia agar tidak melanjutkan hidup terlunta di masa senja.

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar