Tim Peneliti USU Teliti Air Danau Toba: Diduga Keruh Akibat Perputaran Air Dasar dan Zat Beracun

samosir4848 Dilihat

 

Samosir, 26 Juli 2025 — Tim peneliti dari Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan pengambilan sampel air di kawasan Water Front City Pangururan, Kabupaten Samosir, sebagai respons atas fenomena kekeruhan air Danau Toba yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Penelitian ini juga akan diperluas hingga ke wilayah perairan Sibeabea, untuk memastikan kondisi air secara menyeluruh.

Dalam keterangannya kepada media, Prof. Ternala Alexander Barus, ahli limnologi dari USU, menjelaskan bahwa dugaan awal penyebab perubahan warna dan kekeruhan air Danau Toba adalah perputaran massa air yang dipicu angin kencang.

“Air di dasar danau yang sudah mengalami pembusukan naik ke permukaan bersama endapannya. Di sana terkandung senyawa beracun seperti amoniak, hidrogen sulfida (H₂S), dan belerang yang bisa menyebabkan matinya ikan,” ujar Prof. Ternala di lokasi penelitian.

Menurutnya, senyawa-senyawa tersebut terbentuk dari akumulasi material organik di dasar danau yang membusuk tanpa cukup suplai oksigen. Ketika air dasar terdorong ke permukaan, racun pun tersebar luas dan berdampak langsung pada ekosistem perairan.

“Kandungan oksigen terlarut juga sangat rendah, bahkan tercatat di bawah 2 mg/liter, padahal seharusnya untuk kehidupan ikan minimal 4 mg/liter,” tambahnya.

Meski dugaan kuat telah disampaikan, Prof. Ternala menegaskan bahwa timnya masih akan melakukan kajian lanjutan secara laboratorium untuk memastikan validitas data dan penyebab utama fenomena tersebut.

Penelitian Diperluas hingga Sibeabea

Pengambilan sampel akan terus dilakukan di berbagai titik strategis Danau Toba, termasuk kawasan wisata religi Sibeabea, yang selama ini menjadi salah satu daya tarik wisata utama di Kabupaten Samosir.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan kualitas air Danau Toba, serta bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem danau.


Reporter: Fernando Albert damanik
Editor: Redaksi NusantaraNews-Today.com


 

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar