TERBONGKAR! Dari PMI Ponorogo Menjadi ‘RATU NARKOBA’ Rp 5 Triliun, Dewi Astutik Ditangkap di Kamboja

âš¡ EKSKLUSIF

PNOM PENH – Pelarian panjang Dewi Astutik (43), buronan kasus narkoba kelas kakap asal Ponorogo, Jawa Timur, akhirnya berakhir. Badan Narkotika Nasional (BNN) mengonfirmasi penangkapan sang “Ratu Narkoba” di Kamboja berkat kerja sama strategis dengan Interpol dan BAIS (Badan Intelijen Strategis).

Penangkapan di Pnom Penh ini menandai akhir petualangan sosok yang disebut sebagai otak utama di balik penyelundupan sabu-sabu dengan nilai fantastis, mencapai dua ton atau setara sekitar Rp 5 triliun.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Jejak Gelap: Dari PMI ke Otak Sindikat Internasional

Kasus Dewi Astutik menjadi sorotan tajam karena perubahan drastis dalam riwayat hidupnya. Sebelum namanya masuk daftar buronan Interpol, Dewi diketahui pernah bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) di sejumlah negara Asia, termasuk Hongkong dan Taiwan.

BNN menduga, masa perantauannya tersebut justru menjadi pintu masuk koneksi ke jaringan kriminal besar. Dewi tidak hanya terlibat, melainkan menjadi pengendali utama yang terhubung dengan dua sindikat global berbahaya: “Golden Triangle” (Segitiga Emas) dan sindikat asal Afrika.

“Perubahan drastis dari seorang PMI menjadi buronan Interpol merupakan aspek yang paling kami sorot. Dugaan kuat kami, ia memanfaatkan jalur dan celah yang terbuka saat bekerja di luar negeri untuk membangun jaringan narkoba internasional,” ungkap sumber internal BNN.

Kelicinan yang Gagal di Tangan Tim Gabungan

Selama menjadi buronan internasional, Dewi dikenal sangat licin. Ia disebut sering berganti penampilan dan menggunakan identitas palsu, bahkan berani menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik adiknya untuk mengelabui petugas di berbagai negara.

Namun, kelicinan ini tidak cukup untuk menghindari pergerakan senyap tim gabungan BNN, Interpol, dan BAIS.

Saat ini, Dewi Astutik tengah dalam proses persiapan ekstradisi. Ia akan segera diterbangkan kembali ke Indonesia untuk menghadapi serangkaian tuntutan hukum atas kejahatan narkoba yang terstruktur dan masif. Penangkapan ini merupakan pukulan besar terhadap jaringan narkotika lintas negara yang beroperasi di Asia Tenggara.


By redaksi

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar