FAKFAK – Penguatan ekonomi desa kini tidak lagi sekadar soal inovasi dan investasi, melainkan penguatan kapasitas masyarakatnya. Melalui Pelatihan Teknis Program TEKAD, masyarakat di Kampung Werba, Fakfak, Papua Barat, berhasil melakukan lompatan besar dengan mengolah komoditas pala menjadi produk turunan berupa kecap pala yang unik dan bernilai jual tinggi.
Memberi Nilai Tambah pada Potensi Lokal
Selama ini, masyarakat desa cenderung berhenti pada menjual hasil panen mentah dengan harga yang fluktuatif. Program TEKAD hadir untuk memutus mata rantai tersebut dengan mempertemukan ilmu pengetahuan dan praktik nyata di lapangan.
Masyarakat Kampung Werba kini memiliki keterampilan teknis untuk mengolah pala menjadi kecap pala yang memiliki cita rasa khas. Inovasi ini tidak hanya menciptakan peluang usaha baru, tetapi juga memastikan produk desa lebih tahan lama dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.
Pelatihan Teknis Sebagai Pengungkit Kemandirian
Kisah di Kampung Werba hanyalah satu dari ratusan desa yang kini tersentuh oleh Program TEKAD. Pelatihan teknis ini dirancang sebagai pengungkit kemandirian ekonomi desa dengan beberapa fokus utama:
Transformasi Produk: Mengubah bahan baku mentah menjadi produk olahan bernilai ekonomi.
Penguatan Keterampilan: Membekali masyarakat dengan teknik pengolahan yang sesuai standar pasar.
Keberlanjutan: Menjamin bahwa potensi lokal benar-benar memberi dampak ekonomi jangka panjang bagi warga desa.
Dari Desa untuk Indonesia
Kemandirian ekonomi desa yang kokoh akan menopang ketahanan ekonomi nasional. Keberhasilan olahan pala di Fakfak menjadi bukti bahwa dengan sentuhan pelatihan yang tepat, produk desa mampu memiliki nilai tambah yang signifikan. Semangat “Bangun Desa, Bangun Indonesia” kini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para petani di ufuk timur nusantara.
Editor: Redaksi NusantaraNews-Today.com 🖋️ Sumber: Kemendes PDT / Program TEKAD


















Komentar