Tragedi “Soto Maut” SMA 2 Kudus:

Korban Keracunan Tembus 118 Siswa, Vendor MBG Minta Maaf di Tengah Raungan Sirine

KUDUS (29/1/2026) – Kamis kelabu menyelimuti SMA Negeri 2 Kudus. Apa yang bermula sebagai jam pelajaran biasa, berakhir menjadi operasi penyelamatan massal yang mencekam. Raungan sirine dari puluhan ambulans yang membelah kemacetan Kota Kretek hari ini bukan sekadar simulasi, melainkan jeritan nyata dari ratusan siswa yang tumbang akibat program “Makan Bergizi Gratis” (MBG).

Eskalasi Korban yang Mengerikan

Laporan awal yang sempat menyebutkan puluhan siswa tumbang kini terkoreksi tajam. Hingga Kamis sore, data mencatat sedikitnya 118 siswa dilarikan ke berbagai rumah sakit dan puskesmas terdekat karena mengalami mual, pusing, dan muntah hebat sesaat setelah mengonsumsi menu soto yang disediakan pihak ketiga.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Pihak sekolah dan Dinas Kesehatan setempat tampak kewalahan menangani gelombang pasien yang datang secara bersamaan, memaksa aula sekolah diubah sementara menjadi ruang transit medis sebelum dievakuasi ke RSUD dr. Loekmono Hadi dan RS Mardi Rahayu.


Vendor MBG Angkat Bicara: Permohonan Maaf di Tengah Kepanikan

Menanggapi peristiwa memilukan ini, pihak vendor penyedia jasa katering MBG akhirnya angkat bicara. Perwakilan vendor menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di tengah kesibukan evakuasi yang masih berlangsung.

“Kami sangat menyesali kejadian ini dan meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh orang tua siswa dan pihak sekolah. Kami berkomitmen untuk bertanggung jawab penuh dan bersikap kooperatif dalam penyelidikan pihak berwenang,” ujar perwakilan vendor tersebut di hadapan awak media.

Pemerintah Harus ‘Mikir’: Alarm Keras Bagi Program Nasional

Tragedi di Kudus ini harus menjadi momentum bagi pemerintah pusat maupun daerah untuk mengevaluasi total sistem pengadaan dan standar kelaikan konsumsi dalam program MBG. Program yang niatnya memberikan nutrisi, justru berubah menjadi ancaman keselamatan jiwa karena lemahnya kontrol terhadap kualitas bahan pangan dan proses pengolahan.

Publik kini mendesak adanya investigasi menyeluruh, mulai dari uji laboratorium sampel soto hingga pemeriksaan terhadap izin operasional vendor yang terlibat. Keamanan pangan dalam skala masal tidak boleh hanya berdasarkan “permintaan maaf”, melainkan standar prosedur yang ketat dan tidak bisa ditawar.


Editor: Redaksi NusantaraNews-Today.com 🖋️ Laporan: Tim Investigasi Nasional

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar