BREAKING NEWS: Semeru Erupsi Dahsyat! Awan Panas Meluncur 5,5 Km, Status Siaga Ditingkatkan

Lumajang, Jawa Timur
Gunung Semeru, gunung api tertinggi di Pulau Jawa, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas signifikan pada hari ini, Rabu, 19 November 2025, dengan meluncurkan Awan Panas Guguran (APG) yang masif.

Menurut laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, erupsi terjadi pada sore hari dan tercatat meluncurkan awan panas sejauh 5,5 kilometer ke sektor tenggara, menuju area Besuk Kobokan.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Rangkuman Situasi Kunci
Jarak Luncur: Awan Panas Guguran (APG) dilaporkan meluncur hingga 5,5 kilometer dari puncak kawah.

Arah Luncuran: Luncuran terpantau mengarah ke sektor tenggara, tepatnya ke kawasan aliran sungai Besuk Kobokan.

Status Gunung: Pasca-erupsi dahsyat ini, status aktivitas Gunung Semeru telah ditingkatkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Kolom Abu: Kolom erupsi teramati mencapai ketinggian sekitar 2.000 meter di atas puncak, dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan barat laut.

Imbauan dan Rekomendasi Resmi
Masyarakat diimbau untuk segera menaati rekomendasi yang telah ditetapkan oleh PVMBG untuk meminimalisir risiko bencana:

Zona Bahaya: Warga dan wisatawan dilarang keras melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 8 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Sempadan Sungai: Masyarakat di sekitar aliran sungai (sempadan sungai) yang berhulu di Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, diminta menjauhi tepi sungai sejauh 500 meter karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar dingin, yang dapat mencapai jarak hingga 13 kilometer.

Lontaran Batu: Warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 2,5 kilometer dari kawah/puncak karena rawan bahaya lontaran batu pijar.

Pemerintah Daerah Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Lumajang kini tengah melakukan asesmen dan evakuasi di zona-zona risiko tinggi. Kepala BPBD Lumajang mengonfirmasi bahwa sirine peringatan bahaya telah dibunyikan.

Semoga seluruh warga di Jawa Timur, khususnya di lereng Gunung Semeru, selalu dalam lindungan Tuhan YME, dan semoga tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
By redaksi ️

Nusantara News Popup - Boss WA