Pasokan Listrik di Aceh Berangsur Pulih, PLN Terus Lakukan Perbaikan Jaringan
Banda Aceh, 30 Juni 2026 – Pasokan listrik di Provinsi Aceh secara bertahap menunjukkan tanda-tanda pemulihan signifikan setelah sebelumnya sejumlah wilayah mengalami gangguan. PT PLN (Persero) terus mengintensifkan upaya perbaikan jaringan untuk memastikan seluruh pelanggan kembali menikmati layanan normal.
Berdasarkan pantauan di lapangan dan informasi yang dihimpun, mayoritas sistem kelistrikan di Aceh telah kembali beroperasi. Namun, PLN mengakui masih ada beberapa titik yang mengalami pemadaman sementara. Hal ini disebabkan oleh proses perbaikan dan normalisasi jaringan distribusi yang masih berlangsung demi menjamin keandalan pasokan di masa mendatang.
Untuk mempercepat pemulihan, PT PLN (Persero) telah mengerahkan tim teknis dan petugas lapangan secara maksimal. Proses perbaikan dilakukan dengan sangat hati-hati, mengutamakan keselamatan para petugas serta menjaga stabilitas dan keandalan sistem kelistrikan secara keseluruhan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati, terutama jika menemukan kabel listrik yang putus atau tiang listrik yang mengalami kerusakan pasca-gangguan. Warga diminta segera melaporkan kondisi tersebut kepada petugas PLN melalui saluran resmi dan tidak mendekati lokasi demi menghindari potensi risiko kecelakaan yang tidak diinginkan.
Gangguan pasokan listrik ini sempat menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Banyak warga membagikan pengalaman pemadaman di daerah mereka, sementara para pelaku usaha juga menyuarakan harapan agar pasokan listrik dapat segera pulih sepenuhnya demi kelancaran aktivitas ekonomi dan produktivitas.
PLN berkomitmen penuh untuk terus melanjutkan proses pemulihan hingga seluruh pelanggan di Aceh kembali memperoleh layanan listrik secara normal dan stabil. Masyarakat juga diharapkan dapat mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh PLN terkait perkembangan perbaikan jaringan dan jadwal pemulihan, apabila masih terdapat pemadaman di wilayah tertentu.
Editor: Fernando Albert Damanik


















Komentar