Geger Penemuan Ranjau Perang Aktif di Langkat

Tim Jibom Sterilisasi Pemukiman

Langkat4532 Dilihat

LANGKAT – Warga Dusun Melati, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, digemparkan dengan penemuan sebuah ranjau darat (land mine) aktif yang diduga merupakan sisa peninggalan era kolonial, Jumat (1/5/2026).

Benda berbahaya tersebut ditemukan tertanam di lahan pertanian milik warga dan langsung memicu kepanikan di lingkungan sekitar.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Ditemukan Saat Mengolah Lahan

Penemuan ranjau pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Bustami (55) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, ia tengah mengolah tanah di samping rumahnya untuk ditanami palawija.

“Cangkul saya membentur benda keras. Setelah saya gali sedikit, terlihat besi besar tertanam sekitar 30 sentimeter,” ungkap Bustami.

Menyadari potensi bahaya, ia segera menghentikan aktivitas dan melaporkan temuan tersebut kepada Kepala Desa, yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian.


Polisi Sterilisasi Area 200 Meter

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel kepolisian dari Polsek Tanjung Pura langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan.

Petugas memasang garis polisi (police line) dan menetapkan radius sterilisasi sejauh 200 meter guna menghindari risiko ledakan yang dapat membahayakan warga.

Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama tim penjinak bom.

“Kami sudah meminta bantuan Tim Jihandak Sat Brimob Polda Sumut. Personel di lapangan juga memberikan imbauan kepada warga agar tidak mendekat atau menyentuh benda mencurigakan,” tegasnya, Sabtu (2/5/2026).


Tim Jibom Lakukan Identifikasi dan Penanganan

Pada Sabtu siang, Tim Subden Jibom Gegana Brimobda Sumut yang dipimpin oleh AKP Sardi tiba di lokasi untuk melakukan identifikasi awal.

Tim langsung melakukan:

  • Survei teknis lokasi
  • Identifikasi jenis bahan peledak
  • Penentuan metode penanganan (evakuasi atau disposal/pemusnahan di tempat)

Langkah ini dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan bahan peledak militer.


Wilayah Diduga Bekas Medan Konflik

Pihak kepolisian menyebutkan bahwa wilayah tersebut memiliki riwayat sejarah sebagai kawasan yang pernah menjadi medan konflik di masa lampau, sehingga berpotensi masih menyimpan sisa-sisa amunisi aktif.


Imbauan untuk Masyarakat

Hingga saat ini, lokasi penemuan masih dijaga ketat oleh aparat. Warga diminta untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk:

  • Tidak menyentuh benda mencurigakan
  • Segera melapor jika menemukan objek serupa
  • Menjauhi lokasi sterilisasi

Situasi Masih Dalam Pengawasan

Proses penanganan ranjau masih berlangsung dan pihak berwenang memastikan langkah-langkah maksimal dilakukan untuk menjamin keselamatan warga.


Editor: Fernando Albert Damanik

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar