Masyarakat Simalungun Resah

Dugaan Peredaran Narkoba di Kerasaan Jadi Sorotan

Kab.simalungun4537 Dilihat

SIMALUNGUN – Dugaan maraknya peredaran narkotika di wilayah Simpang Liga, Kerasaan, Kabupaten Simalungun kembali menuai keresahan masyarakat. Warga menyebut aktivitas peredaran narkoba masih berlangsung dan dinilai belum tersentuh penindakan tegas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim media pada Jumat (17/4/2026), seorang sosok berinisial Uci disebut-sebut diduga terkait jaringan peredaran narkotika yang beroperasi di sejumlah titik.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Sejumlah lokasi seperti Dosin, Lambao, Pasar 1, dan Simpang Pelita disebut warga sebagai titik yang diduga rawan aktivitas peredaran barang terlarang.

Warga Mengaku Resah

Keresahan masyarakat bukan hanya soal aspek hukum, tetapi juga dampak sosial yang mulai dirasakan di lingkungan keluarga.

Salah satu warga, Ny. Anita (39), mengaku persoalan narkoba telah memicu masalah serius dalam rumah tangganya akibat suami yang disebut kecanduan menggunakan narkotika.

“Uang belanja yang seharusnya untuk dapur dan sekolah anak habis dipakai untuk beli sabu. Kami sangat terpukul,” ujarnya dengan nada sedih.

Keluhan serupa, menurut warga, mulai banyak terdengar dan memunculkan kekhawatiran atas dampak yang lebih luas bagi generasi muda maupun stabilitas sosial masyarakat.

Desak Aparat Bertindak

Masyarakat berharap aparat penegak hukum, khususnya dan instansi terkait, segera mengambil langkah konkret untuk menindak dugaan peredaran narkotika di wilayah tersebut.

Warga menilai persoalan narkoba bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi ancaman serius yang merusak ekonomi keluarga, kesehatan sosial, dan masa depan generasi muda.

Publik Menanti Penindakan

Sorotan terhadap dugaan jaringan ini juga memunculkan harapan agar aparat melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat, termasuk menutup titik-titik yang disebut warga menjadi lokasi rawan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait informasi yang berkembang tersebut.

Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak terkait.

(Tim)

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar