Ketua Umum AGENSI Desak Pertanggungjawaban PKS Dolok Ilir, Kadis DLH Simalungun: Segera Kami Tindak Lanjuti!

Kab.simalungun4576 Dilihat

SIMALUNGUN – Krisis polusi udara yang menghimpit 303 Kepala Keluarga (KK) di Desa Huta Tiga Dolok Tenera kini memasuki babak baru. Fenomena langit menghitam dan hujan abu (fly ash) yang diduga kuat berasal dari aktivitas cerobong PKS Dolok Ilir telah memicu keresahan massal. Menanggapi situasi darurat ini, AGENSI (Anak Generasi Indonesia) bergerak cepat melakukan advokasi demi melindungi kesehatan warga dan masa depan anak-anak di wilayah tersebut.

Respon Cepat Pemerintah Daerah
Kabar mengenai penderitaan warga Huta Tiga Dolok telah sampai ke meja otoritas lingkungan hidup Kabupaten Simalungun. Daniel Silalahi, selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis DLH) Simalungun, memberikan respon positif dan komitmen untuk segera mengambil tindakan terhadap laporan masyarakat ini.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

“Baik. Terima kasih informasinya. Akan kami tindak lanjuti,” tegas Daniel Silalahi saat menerima laporan mengenai kondisi terkini di lapangan.

Fernando Albert Damanik: “Hak Bernapas Bukan untuk Dinegosiasikan!”
Ketua Umum AGENSI, Fernando Albert Damanik, memberikan apresiasi atas respon Kadis DLH, namun tetap menekankan perlunya audit lingkungan yang menyeluruh dan transparan. Investigasi lapangan oleh tim AGENSI menunjukkan bahwa partikel abu kimia telah merusak kesehatan pernapasan warga dan menyebabkan korosi parah pada atap rumah mereka.

“Ini bukan sekadar debu, tapi ancaman serius bagi paru-paru generasi muda kita. Jika filter cerobong pabrik dibiarkan rusak, perusahaan secara tidak langsung memiskinkan rakyat melalui biaya pengobatan dan perbaikan rumah,” ungkap Fernando Albert Damanik.

💡 Edukasi: Langkah Strategis dalam Menghadapi Polusi
AGENSI mengajak warga untuk tetap tenang namun waspada sembari menunggu proses tindak lanjut dari DLH Simalungun. Penting bagi masyarakat untuk memahami tiga pilar tuntutan yang sedang diperjuangkan:

Aspek Teknologi: Kewajiban perusahaan untuk mengaktifkan sistem Dust Collector (penangkap debu) secara maksimal sesuai standar lingkungan.

Aspek Kompensasi: Pertanggungjawaban atas kerugian materiil berupa kerusakan atap seng warga akibat paparan zat kimia korosif.

Aspek Kesehatan: Fasilitasi pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga yang mulai menunjukkan gejala gangguan pernapasan (ISPA).

Kawal Transparansi Hingga Tuntas
Dengan adanya komitmen dari Kadis DLH Daniel Silalahi, AGENSI akan terus mengawasi jalannya proses peninjauan lapangan hingga ditemukan solusi permanen bagi warga Huta Tiga Dolok. Keberpihakan pemerintah terhadap lingkungan hidup menjadi kunci agar industri dapat berdampingan secara sehat dengan pemukiman warga.

Laporan oleh: Unit Investigasi Lingkungan AGENSI
Sumber: Nusantara News Today

#AGENSI #DanielSilalahi #FernandoAlbertDamanik #DLHSimalungun #PKSWatch #DaruratPolusi #HutaTigaDolok #SimalungunSehat

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar