JAKARTA – Polisi mengungkap fakta baru dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga berjumlah empat orang dan menggunakan dua sepeda motor saat menjalankan aksinya.
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menyebut para terduga pelaku diduga telah menunggu korban sebelum peristiwa terjadi. Dari hasil analisis rekaman CCTV, mereka diduga memantau pergerakan korban sejak berada di kawasan Cikini, lalu mengikuti Andrie hingga ke lokasi kejadian di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.
Polisi menyatakan penyelidikan terus dikembangkan dengan mendalami rekaman CCTV serta jaringan komunikasi yang diduga berkaitan dengan para pelaku. Hingga kini, aparat belum melakukan penangkapan paksa dan masih mengumpulkan fakta hukum untuk mengungkap identitas pelaku secara akurat.
Dalam perkembangan sebelumnya, Andrie Yunus dilaporkan mengalami luka bakar 24 persen akibat serangan tersebut. Korban mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh, termasuk wajah, dada, tangan, dan area mata.
Kasus ini mendapat perhatian luas dari publik karena Andrie merupakan aktivis hak asasi manusia yang dikenal vokal dalam sejumlah isu nasional. Penanganan perkara ini pun didorong agar dilakukan secara menyeluruh dan transparan hingga pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
penulis : sumber inews
editor : fernando albert damanik


















Komentar