JERITAN RAKYAT Pesisir Danau Toba:

Jalan Haranggaol-Tongging Bak Kubangan, Pak Bupati Kapan Diperbaiki?

Kab.simalungun4572 Dilihat

HARANGGAOL HORISON – Janji pembangunan infrastruktur di kawasan pariwisata strategis Danau Toba tampaknya masih menjadi “mimpi di siang bolong” bagi warga pesisir. Hasil pantauan langsung tim media NusantaraNews-Today.com di lapangan menunjukkan kondisi jalan penghubung Haranggaol menuju Tongging, khususnya di titik Haranggaol, Sihalpe, hingga Nagori, kian memprihatinkan dan nyaris tak layak lintasi, Selasa (24/02/2026).

Kondisi jalan yang hancur lebur ini memicu gelombang protes dan keluhan dari masyarakat serta pengguna jalan yang setiap hari harus bertaruh nyawa dan kendaraan di jalur tersebut.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Pusat Logistik dan Wisata yang Terabaikan

Secara edukatif, jalur Haranggaol-Tongging merupakan urat nadi ekonomi penting. Wilayah ini adalah sentra produksi perikanan (KJA) dan pertanian bawang yang menyuplai kebutuhan Sumatera Utara. Selain itu, jalur ini merupakan akses lingkar luar Danau Toba yang seharusnya menjadi etalase pariwisata dunia.

Namun kenyataannya, lubang-lubang dalam berukuran raksasa dan aspal yang telah mengelupas menjadi “sajian” harian. Saat musim hujan, jalan berubah menjadi kubangan lumpur, sementara saat kemarau, debu tebal mengancam kesehatan pernapasan warga.

“Kami seperti dianaktirikan. Pajak kami bayar, hasil bumi kami diambil, tapi jalan kami dibiarkan hancur bertahun-tahun. Pak Bupati, tolong sekali-kali melintas di Sihalpe agar tahu rasanya penderitaan kami,” cetus seorang warga Magori dengan nada kecewa.


Hantaman Jurnalisme Nurani: Menagih Janji Pemerintah

Pimpinan Umum Nusantara News Today, Fernando Albert Damanik, memberikan pernyataan tajam terkait lambannya respons pemerintah daerah.

“Infrastruktur jalan adalah hak dasar rakyat. Sangat ironis ketika pemerintah bicara soal pengembangan destinasi super prioritas Danau Toba, namun akses jalan di Haranggaol-Sihalpe-Nagori justru dibiarkan hancur lebur. Kami mendesak Bapak Bupati Simalungun untuk tidak menutup mata dan segera merealisasikan perbaikan permanen, bukan sekadar janji manis menjelang momentum politik,” tegas Fernando.

Dampak Ekonomi dan Keselamatan

Kondisi jalan ini tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga melambungkan biaya logistik para petani dan nelayan. Kerusakan kendaraan akibat jalan rusak menambah beban ekonomi warga yang sudah sulit. Lebih jauh, potensi kecelakaan lalu lintas meningkat tajam, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas di malam hari tanpa penerangan jalan yang memadai.

Masyarakat kini menanti tindakan nyata dari Dinas PU Kabupaten Simalungun. Apakah keluhan ini akan dijawab dengan alat berat yang turun ke lokasi, atau kembali hanya sekadar status “akan dipelajari” di meja birokrasi?


Editor: Fernando Albert Damanik 🖋️

Laporan: Unit Investigasi Infrastruktur & Pesisir Danau Toba

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar