SIMALUNGUN – 6 JANUARI 2026 Nusantaranews-Today.com
Praktik mafia pengangkutan Tandan Kosong (Tankos) kelapa sawit di lingkungan PTPN IV Regional 1 mulai terendus. Tankos yang seharusnya menjadi aset vital untuk pupuk organik (mulsa/kompos) dan energi terbarukan di Kebun Bandar Besty Afdeling 1, diduga kuat diperjualbelikan secara ilegal oleh oknum sopir di tengah jalan sebelum sampai ke titik bongkar.
🔍 Modus Operandi: Memangkas Muatan di Jalan
Berdasarkan investigasi lapangan yang dilakukan tim redaksi pada 31 Desember 2025, ditemukan indikasi kuat pencurian muatan yang dilakukan secara masif.
Temuan Lapangan: Tiga unit truk pengangkut dengan nomor polisi BK 9123 LB, BK 8309 QU, dan BK 8737 AE yang memuat Tankos dari PKS Sei Mangkei, kedapatan memangkas (mengurangi) muatannya di lokasi yang tidak semestinya.
Dugaan Kerja Sama: Kuat dugaan aksi ini telah berlangsung lama. Muncul pertanyaan besar mengenai proses administrasi, di mana Surat Pengantar (PB) diduga tetap ditandatangani oleh Mandor Tankos di Afdeling meskipun tonase yang sampai ke lapangan sudah berkurang drastis.
⚠️ Tanggapan Manajemen Kebun Bandar Besty
Manager Kebun Bandar Besty, Irfan, saat dikonfirmasi oleh awak media memberikan respons tegas terkait temuan ini.
“Kita akan tindak lanjuti laporan ini. Kami akan evaluasi di lapangan dan mengecek apakah Tankos benar-benar sampai sesuai manifes. Jika terbukti ada muatan yang tidak sampai, maka tidak akan kami bayar dan tonasenya tidak akan dibukukan,” tegas Irfan.
Di sisi lain, Kepala Bagian Tanaman (Kabag) Anthony Manulang yang turut dikonfirmasi terkait kejadian pemangkasan Tankos ini, hingga berita diturunkan belum memberikan jawaban resmi kepada redaksi.
💡 Urgensi Tindakan Tegas dari Direktur PalmCo
Tankos bukan sekadar limbah, melainkan komponen penting dalam ekonomi sirkular perkebunan. Jika praktik “kencing di jalan” ini dibiarkan, perusahaan tidak hanya rugi secara materiil (biaya angkut), tetapi juga rugi secara agronomi karena tanaman tidak mendapatkan nutrisi organik yang seharusnya.
Tuntutan Publik dan Redaksi:
Blacklist Truk Nakal: Manajemen PTPN IV Regional 1 segera memblokir nomor polisi truk (BK 9123 LB, BK 8309 QU, BK 8737 AE) agar tidak diperbolehkan lagi memuat di PKS Sei Mangkei.
Audit Mandor Afdeling: Pemeriksaan terhadap mandor yang menandatangani berkas penerimaan tanpa melakukan pengecekan fisik tonase yang masuk.
Pengawasan Digital: Direktur PalmCo diharapkan menginstruksikan pemasangan GPS dan sistem timbang digital yang terintegrasi untuk meminimalisir celah kecurangan oknum di lapangan.
(Redaksi Nusantaranews-Today)


















Komentar